Hubungan Hisbullah dan Suriah | dunia | DW | 19.07.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Hubungan Hisbullah dan Suriah

Jaksa Tinggi Jerman Detlev Mehlis, yang pernah bertugas untuk PBB di Lebanon, yakin Suriah ada dibalik eskalasi terbaru antara Israel dan Lebanon.

Detlev Mehlis, ketua tim pemeriksa independen kasus pembunuhan Rafik Hariri di Lebanon

Detlev Mehlis, ketua tim pemeriksa independen kasus pembunuhan Rafik Hariri di Lebanon

Dalam wawancara dengan Radio DW Jerman, Mehlis menyatakan ia memang tak punya bukti, tetap tidak mungkin aksi-aksi Hisbullah dilakukan tanpa persetujuan kalangan tertentu di Suriah.

Detlev Mehlis: "Paling tidak, senjata yang digunakan di Lebanon, semua datang dari Suriah. Suriah ada dipihak Hisbullah dan sebaliknya. Hisbullah tidak akan mengambil resiko keamanan dengan melakukan aksi serupa itu tanpa persetujuan Suriah."

Menurut Detlev Mehlis, walaupun sudah menarik diri dari Lebanon setahun yang lalu, akibat tekanan internasional, namun Suriah tidak kehilangan harapan untuk kembali menguasai negara itu, dengan satu dan lain cara. Hal itu tampak jelas dalam penyelidikan Mehlis tentang kasus Rafik Al-Hariri, mantan PM Lebanon yang mati dibunuh tahun lalu. Dinas rahasia Suriah berupaya menggagalkan penyelidikan, badan peradilan Suriah bahkan ikut campur tangan dan para saksi mata berada di bawah tekanan. Sikap Suriah terhadap lebanon, jelas-jelas tidak berubah, kata Mehlis.

Detlev Mehlis: "Suriah hingga kini menolak pertukaran diplomat, menolak garis demarkasi yang mengikat dari perbatasan kedua negara, jadi bagi Suriah, Lebanon bukanlah sebuah negara yang otonom."

Pernyataan bahwa Hisbullah melancarkan perang di Lebanon untuk kepentingan Suriah dan Iran, dipandang Mehlis sebagai spekulasi. Tapi ia kemudian mengakui, sangkaan itu mungkin terlalu dini namun tidak aneh.

Detlev Mehlis: Suriah pasti sudah mengetahui aksi-aksi itu sebelumnya, dan jelas berminat pada destabilisasi Lebanon. Apakah itu bisa dibilang Hisbullah berperang untuk Suriah? Sekarang sih belum sejauh itu dan saya harap tidak akan sejauh itu. Seburuk apapun kondisinya sekarang, pada tingkatan tertentu bisa diredam.

Namun, pengaruh dunia internasional untuk melakukannya tentu terbatas, kata Mehlis. AS sudah pasti punya pengaruh besar terhadap Israel, dan sudah pasti pula Iran dan Suriah berpengaruh besar terhadap Hisbullah. Tapi apakah masing-masing bisa menciptakan tekanan yang begitu besar untuk menghentikan pertarungan? Ia tak yakin. Sayang sekali, itu butuh waktu cukup lama, kata Detlev mehlis, Jaksa Tinggi Jerman yang pernah ditugaskan PBB untuk menyelidiki kasus pembunuhan terhadap mantan PM Lebanon Hariri.

Iklan