Hilangnya Dua Warga Jerman di Irak | Fokus | DW | 12.02.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Hilangnya Dua Warga Jerman di Irak

Setelah Susanne Osthoff, Thomas Nitzschke dan René Bräunlich, kembali warga Jerman di Irak menjadi korban penculikan.

Lokasi Penculikan Warga Jerman di Irak

Lokasi Penculikan Warga Jerman di Irak

Penculikan warga Jerman kali ini merupakan yang ketiga kalinya di Irak. Sekarang Diperkirakan korban penculikan kali ini adalah seorang perempuan warga Jerman keturunan Irak dan putranya. Selasa pekan lalu mereka diculik kelompok bersenjata dari apartemen mereka di ibukota Irak tersebut. Alasannya sampai sekarang belum diketahui.

Nama kedua korban belum diumumkan dan walau pun pemberitaan masih simpang siur, menurut pemberitaan media Jerman ARD, kedua korban penculikan telah lama tinggal di Irak. Korban yang identitasnya belum diumumkan tersebut diketahui berusia setengah baya dan memiliki keluarga di Berlin. Sedangkan sang putera diketahui berusia pertengahan 20 tahun dan bekerja sebagai teknisi di kementerian luar negeri Irak di Bagdad. Suami korban, seorang dokter warga Irak, sejak kejadian belum pernah terlihat lagi di kediaman mereka.

Reaksi Deplu Jerman

Departemen Luar Negeri Jerman tadinya tidak mau mengeluarkan pernyataan mengenai peristiwa penculikan tersebut. Akhirnya Senin kemarin di Brüssel, Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier mengeluarkan pernyataan mengenai hilangnya dua warga Jerman di Irak.

Namun Steinmeier tidak mau menyimpulkan mereka menjadi korban penculikan. Ia mengatakan, sejak Selasa pekan lalu dua warga negara Jerman di Irak menghilang. Ada kemungkinan mereka menjadi korban kekerasan dan penculikan. Itu juga alasan mengapa kalangan departemen luar negeri mengadakan rapat untuk melihat kemungkinan yang bisa dilakukan.

Hidup di Irak Berbahaya

Hari-hari di Irak memang hampir selalu diwarnai penculikan. Sebagian besar korbannya adalah warga Irak sendiri. Jumlah orang yang menghilang maupun alsan penculikan berbeda-beda. Pelaku penculikan biasanya menginginkan uang tebusan. Risiko itulah yang harus ditanggung warga asing, juga 100 ribu warga Jerman yang tinggal di Irak.

Kebanyakan warga Jerman yang berada di sana bekerja di perwakilan perusahaan Jerman atau karyawan asing di perusahaan keamanan. Alexander Christof, mantan pekerja organisasi bantuan Architekten für Menschen in Not dari München mengatakan, semua yang bekerja di Irak tahu risikonya. Mereka harus memutuskan apakah mereka berani mengambil risiko itu.

Korban penculikan warga Jerman sebelumnya dilepaskan pelaku secara damai. Pada 24 Januari 2006, dua insinyur Jerman Rene Bräunlich dan Thomas Nitzschke ditawan selama 99 hari. Sebelumnya pada November 2005, arkeolog Susanne Osthoff diculik di utara Irak selama tiga pekan. Semua korban penculikan dibebaskan dengan spekulasi adanya pembayaran uang tebusan yang dilakukan pemerintah Jerman.