Hasil Studi Perbandingan UNICEF | Fokus | DW | 15.02.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Hasil Studi Perbandingan UNICEF

Lembaga anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa UNICEF mengadakan sebuah studi banding mengenai keadaan generasi muda di berbagai negara industri.

Peringatan Hari UNICEF di Tokyo

Peringatan Hari UNICEF di Tokyo

Menurut hasil studi tersebut, Jerman menduduki posisi ke 11 dari 21 negara industri yang diteliti. Penelitian itu meliputi unsur materi , kesehatan dan pendidikan. Selain itu juga dikumpulkan, pendapat anak-anak mengenai dirinya. Demikian dikemukakan Marta Santos Pais, pemimpin studi perbandingan tersebut. Pais: „Untuk pertama kalinya perspektif anak-anak disoroti dengan tajam dan juga bagaimana mereka melihat kehidupan sehari-hari dan harapan masa depannya.“

Belanda adalah negara yang menempati tempat teratas dalam studi UNICEF itu. Kemudian disusul oleh Swedia, Denmark dan Finlandia. Sedangkan tempat terakhir diduduki oleh Inggris dan Amerika Serikat.

Harapan masa depan anak-anak Jerman tampaknya suram. Lebih dari 30 persen remaja usia 15 tahun berpendapat, mereka tidak akan mendapatkan pekerjaan yang menuntut kualifikasi yang mereka miliki. Ini menimbulkan kekhawatiran bagi Presiden UNICEF Jerman, Heide Simonis: “Yang lebih mengkhawatirkan adalah bahwa mereka merasa tidak yakin, sekolah dapat memberikan keahlian yang dibutuhkan pasar kerja. Dan jika kita lihat situasi pengangguran kaum muda, maka hasil studi tersebut tidaklah mengherankan.”

Secara keseluruhan, hasil studi UNICEF menunjukkan bahwa keadaanan keuangan sebuah negara tidak merupakan faktor menentukan bagi kesejahteraan anak-anak. Pasalnya, uang keluarga tidak otomatis mengalir untuk anak-anak. Ini dapat terlihat pada orang tua yang kecanduan alkohol atau judi. Indeks mengenai keadaan materi anak-anak di Jerman, Italia atau Jepang menempati posisi terendah dalam hasil studi UNICEF, padahal ketiga negera tersebut termasuk negara kaya.

Hans Bertram yang memimpin studi UNICEF di Jerman mengatakan bahwa terdapat perbedaan yang mencolok di antara negara-negara bagian Jerman. Negara bagian Sachsen misalnya, bukanlah merupakan yang terkaya di Jerman, tetapi dalam masalah kesehatan anak-anak, Sachsen menempati ranking yang jauh lebih tinggi dari Hamburg yang lebih kaya. Perbedaan besar semacam itu juga ditemukan di Amerika Serikat dan Italia.

Direktur UNICEF Jerman Dietrich Garlichs menuntut agar lingkungan kehidupan anak-anak di Jerman diperbaiki. Garlichs: „Negara lain pada dasarnya lebih baik. Mereka menawarkan untuk anak-anak lingkungan luar keluarga yang lebih mantap. Program keluarga yang berlatar belakang sosial lemah lebih bagus dan program untuk anak-anak berlatar belakang asing juga lebih baik.“