Hasil Pemilu Afghanistan Tidak Diumumkan | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 13.09.2009
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Dunia

Hasil Pemilu Afghanistan Tidak Diumumkan

Hasil akhir pemilu masih belum diumumkan oleh komisi pemilihan. Saingan Karzai, Abdullah Abdullah mengatakan, lebih dari satu juta kertas suara dipalsukan.

Komisi pemilihan kembali tunda pengumuman hasil akhir karena dihujani tudingan kecurangan.

Komisi pemilihan kembali tunda pengumuman hasil akhir karena dihujani tudingan kecurangan.

Sebenarnya hasil akhir pemilihan presiden dijadwalkan akan diumumkan hari Sabtu (12/09). Tetapi Komisi Pemilihan memberikan kejutan kepada para wartawan yang menunggu pengumuman tersebut. Pengumuman hasil akhir kembali ditunda. Masih ada kertas suara yang belum dihitung, demikian diumumkan komisi tersebut. Padahal empat hari sebelumnya Komisi Pemilihan sudah menghitung lebih dari 92 persen kertas suara. Setelah itu, pertambahan persentase bergerak lambat sekali. Para pengamat menduga, komisi pemilihan bekerja sangat lambat, karena mereka takut mengumumkan hasil akhir sebelum tudingan manipulasi mereda. Dalam sebuah wawancara dengan media massa Jerman saingan Karsai, Abdullah Abdullah, kembali mengeluarkan tudingan kecurangan. Hasil sementara menunjukkan, Abdullah hanya mendapatkan 28 persen suara, sementara saingannya Karsai unggul dengan 54 persen. Abdullah Abdullah mengatakan,

"Ini semua terdengar seperti sebuah lelucon tragis bagi warga Afghanistan. Mereka ikut serta dalam pemilu dengan harapan, suara mereka dapat menentukan hasil akhirnya. Tetapi mereka sekarang harus menyaksikan bagaimana komisi pemilihan sendiri bersikap memihak. Komisi pemilihan juga ikut serta dalam permainan kotor ini."

Abdullah berulang kali menuding komisi pemilihan berpihak kepada partai Karzai. Memang jabatan-jabatan penting di dewan ini dipilih oleh sang presiden. Kejutan paling besar Sabtu kemarin adalah, bahwa komisi pemilihan tidak berani mengumumkan hasil akhir penghitungan kertas suara. Mereka hanya kembali mengumumkan hasil sementara. Karzai masih tetap unggul dengan 54 persen suara. Jika jumlah ini tidak berubah, maka Karzai tidak perlu kembali bersaing melawan Abdullah dalam putaran kedua pemilihan.

Dalam wawancaranya, saingan terbesar Karzai, Abdullah mengatakan, bahwa lebih dari satu juta kertas suara terbukti dipalsukan.

"Kalau suara-suara palsu ini tidak dihitung, maka persentasenya akan terlihat beda sekali. Dan ini bukan sesuatu yang saya karang sendiri. Hal ini dikatakan oleh komisi pengaduan dan masyarakan internasional."

Belum dapat diramalkan, berapa banyak suara yang tidak sah yang sudah masuk dalam penghitungan. Jika benar satu juta suara harus dikeluarkan dari hasil penghitungan, seperti yang dikatakan Abdullah, maka kemungkinan Karzai mendapat kurang dari 50 persen suara, dan pemilihan putaran kedua harus diadakan.

Sekarang ini banyak hal bergantung dari komisi pengaduan. Saat ini komisi independen yang dibentuk Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut sedang memeriksa semua tudingan kecurangan. Aleem Siddique, seorang juru bicara PBB, mengatakan

“Komisi pengaduan sudah melihat bukti-bukti yang mengkhawatirkan. Komisi ini sudah memerintahkan penghitungan ulang di sejumlah daerah di Afghanistan. Dan komisi pengaduan ini juga mengumumkan, bahwa kertas suara dari beberapa TPS tidak boleh disertakan dalam penghitungan, karena ada bukti-bukti nyata kecurangan. Proses klarifikasi ini harus terus jalan.“

Pengamat menduga, dan beberapa pihak khawatir, bahwa proses ini masih akan berlangsung berminggu-minggu. Banyak juga yang khawatir, pendukung Abdullah yang kecewa dapat melakukan aksi protes di jalan untuk mengeluarkan kemarahan mereka. Namun Abdullah mengatakan, bahwa ia akan menghimbau para pengikutnya untuk tetap tenang, sabar dan bersikap penuh tanggung jawab.

Kai Küstner / Anggatira Rinaldi
Editor: Marjory Linardy