Hasil Jajak Pendapat di Irak | Fokus | DW | 20.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Hasil Jajak Pendapat di Irak

Hasil jajak pendapat yang melibatkan lebih 2000 warga Irak diumumkan secara bersamaan di Jerman, Inggris dan AS.

Makin banyak warga Irak pesimis tentang situasi di negaranya

Makin banyak warga Irak pesimis tentang situasi di negaranya

Pemimpin tim jajak pendapat Sami Ibrahim Ali mengatakan mereka menanyai 2212 orang dewasa di Irak, dan itu lakukan di semua propinsi Irak. Di sebuah daerah kami memilih secara acak lima rumah. Metode ini juga digunakan di seluruh dunia.

Warga Irak mendapat lebih dari 60 pertanyaan. Sebuah pertanyaan berbunyi: apa masalah terbesar anda saat ini? Hampir separuhnya menjawab: keamanan. Dalam pertanyaan ini juga dikaitkan hubungan antara warga Suni dan Syiah. Keduanya terancam bahaya di Bagdad.

Situasi Warga Suni dan Syiah

Di daerah-daerah berbahaya warga Suni dan Syiah masih tinggal bersama. Tetapi akibat kekerasan yang kian meningkat, warga Suni pindah ke daerah yang banyak didiami warga Suni. Ini juga dilakukan warga Syiah.

Tetapi lebih dari 80% pindah domisili ini dilakukan dengan paksa. Ini juga hasil jajak pendapat, yang salah satu temanya masalah keamanan. Titik berat lain adalah sektor penyediaan, yaitu listrik, air, pendidikan sekolah dan universitas serta pekerjaan. Ini semua juga sangat kurang di Irak.

Harapan Rakyat Irak

Ketika ditanya siapa yang bisa memperbaiki semua ini, sepertiga dari yang ditanya mengharapkan seseorang yang kuat, yang memerintah seumur hidup. Menurut statistik, 42% warga Irak menginginkan hal itu.

Jabbar Rahman Doski, pemimpin tim jajak pendapat di Irak Utara menyimpulkan harapan rakyat Irak demikian: mereka mengharapkan kebebasan, demokrasi dan keamanan. Jika keamanan terjamin, orang bisa bekerja.

Kendala Tim Jajak Pendapat

Rasa takut dan ketidakpastian di antara rakyat Irak mengakibatkan tim jajak pendapat menghadapi banyak masalah. Sami Ibrahim Ali mengatakan, agar tugas mereka berhasil, maka petugas yang Islam Suni dikirim ke daerah yang mayoritas penduduknya Suni. Demikian juga dengan petugas yang Islam Syiah. Kadang mereka juga menghadapi masalah dengan polisi, karena situasi keamanan yang buruk, dan terutama karena aksi militer yang sedang berlangsung di Bagdad.

Tetapi beberapa kesulitan sudah diperhitungkan oleh Ali dan tim jajak pendapatnya. Warga di daerah-daerah yang tergolong bahaya karena ketegangan etnis dan agama sering merasa takut. Jika pintu diketuk, mereka curiga anak mereka akan diculik. Oleh sebab itu, tim jajak pendapat selalu datang berdua, seorang pria dan seorang wanita. Jadi warga merasa lebih tenang.

Pengalaman Negatif dan Positif

Ali sendiri pernah berpengalaman buruk saat menjalankan tugas. Setahun lalu ia pernah diculik kelompok bersenjata, yang menuntut uang tebusan. Kesan positif mungkin hanya dialami sebagian kecil tim jajak pendapat, yaitu yang bekerja di kawasan relatif aman di propinsi-propinsi Kurdistan di Utara Irak.

Jabbar Rahman Doski pemimpin jajak pendapat di Kurdistan mengatakan, secara umum, kami mereka menghadapi masalah, kecuali di daerah yang penduduknya sedang bertikai. Petugas selalu mengatakan, bahwa jajak pendapat berlaku untuk semua rakyat Irak. Mereka tidak ditolak, tetapi sebagian orang berkelit dari pertany aan yang diajukan. (ml)

  • Tanggal 20.03.2007
  • Penulis Björn Blaschke
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CIu0
  • Tanggal 20.03.2007
  • Penulis Björn Blaschke
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CIu0