Harmonis dengan Finlandia, Perlu Harmonisasi dengan Denmark | Fokus | DW | 20.12.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Harmonis dengan Finlandia, Perlu Harmonisasi dengan Denmark

Pembentukan konstitusi Eropa menajdi sasaran Jerman menjelang kepemimpinannya di Dewan Eropa. Tapi tentang pembangunan jembatan Laut Baltik yang digagas Denmark, Jerman kurang antusias.

Merkel besama Matti Vanhanen pada KTT Uni Eropa di Brussel

Merkel besama Matti Vanhanen pada KTT Uni Eropa di Brussel

Dalam pertemuan ketua lama dan calon ketua baru Dewan Eropa, masalah politik Eropa menjadi perhatian utama. Perdana menteri Finlandia Matti Vanhanen menekankan, selama kepemimpinan Finlandia sebagai ketua dewan Eropa, pertemuannya yang paling sering adalah dengan kepala pemerintahan Jerman, Angela Merkel.

Uni Eropa di bawah Kepemimpinan Finlandia

Neraca yang ditarik oleh Vanhannen dari masa jabatan kepemimpinan Finlandia sebagai ketua Dewan Eropa selama enam bulan terakhir adalah, Uni Eropa belum pernah begitu bersatu seperti saat ini. Sementara kanselir Jerman Angela Merkel menekankan peranan konstruktif Finlandia dalam perundingan keanggotaan Turki, ungkapan terima kasih atas peran penting negara itu dalam misi di Kongo serta memuji hubungan Uni Eropa dengan Rusia yang membaik di bawah kepemimpinan Finlandia. Menjelang masa kepemimpinan Jerman sebagai ketua dewan Eropa, Merkel menekankan sasaran pembentukan konstitusi Eropa.

Rencana Pembangunan Jembatan Laut Baltik

Tapi sebelumnya suasana kurang harmonis mewarnai bagian pertama kunjungan Merkel hari Selasa (1)712) kemarin ke ibu kota Denmark, Kopenhagen. Di sana Merkel kembali menunjukkan sikap yang kurang begitu antusias dengan gagasan rencana pembangunan jembatan di Laut Baltik. Keputusan untuk disetujui atau ditolaknya pembangunan tersebut ditunda hingga Januari mendatang

"Pada kenyataannya, kepentingan tentang hal ini dikhususkan oleh Komisi Eropa sebagai jaringan trans Eropa. Saat ini kami sedang menguji model keuangannya. Menteri perhubungan kami telah menyampaikan kepada menteri perhubungan Denmark, bahwa awal tahun depan hal itu akan dianalisa baru kemudian keputusan akan diambil dengan berdasarkan kesulitan yang masih dapat diatasi.“ Demikian dikatakan Merkel mengenai rencana pembangunan jembatan tersebut.

Apa yang dimaksud dengan kesulitan yang masih dapat diatasi, tidak dijelaskan Merkel lebih lanjut. Hanya tentang masalah keuangan yang sebenarnya sudah dapat diputuskan sebelumnya. Merkel mengatakan keputusan untuk proyek dengan biaya besar, pertimbangan model keuangan yang seksama adalah penting.

Untuk Mempersatukan Eropa

Sementara Perdana Menteri Denmark Anders Fogh Rasmussen kurang begitu optimis dengan pertimbangan mendalam Jerman tersebut. Namun ia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk sekali lagi mengemukakan pendapatnya tentang manfaat pembangunan jembatan Laut Baltik

"Kami tidak ragu bahwa jembatan itu akan membawa keuntungan bagi kedua belah pihak, Denmark dan Jerman. Jembatan itu akan membawa kemajuan bagi kawasan perbatasan kedua negara. Namun jembatan itu tidak hanya menghubungkan dua negara, tapi seluruh Skandinavia dengan benua Eropa.“

Apakah kesepakatan untuk itu benar-benar akan terwujud, kemungkinannya saat ini cenderung sangat kecil.