Hari Warisan Dunia UNESCO Diperingati di Jerman | Sosial | DW | 07.06.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Hari Warisan Dunia UNESCO Diperingati di Jerman

Peringatan kedua itu dilakukan 4 Juni lalu atas prakarsa Komisi UNESCO Jerman dan Lembaga Pengelola Bangunan Warisan Budaya Dunia

Bauhaus di Dessau

Bauhaus di Dessau

Sejak tahun 1972 UNESCO, yaitu organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan PBB, memperhatikan berbagai bangunan dan pemandangan yang perlu dilindungi. Semua obyek dan pemandangan tersebut tercantum dalam "Daftar Warisan Budaya Dunia". Saat ini seluruhnya terdapat 812 tempat atau bangunan di 137 negara yang diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia.

Di Jerman sendiri terdapat 31 Warisan Dunia pada 26 kota dan tempat. Misalnya gereja katedral di Köln, biara di Lorsch atau bagian kota tua Gosslar. Sejak tahun 2005 Hari Warisan Dunia diperingati tiap hari Minggu pertama di bulan Juni. Pada kesempatan itu semua bangunan yang menyandang gelar sebagai warisan budaya dunia, membuka pintu bagi tiap pengunjung dan memperkenalkan kegiatan-kegiatan mereka lewat program tertentu. Tahun ini peringatan utama dilakukan di gedung Bauhaus di kota Dessau.

Tentu sulit untuk mengingat lebih dari 800 bangunan yang merupakan warisan budaya dunia di 137 negara. Selain itu masih ada pula daftar dari karya-karya besar kemanusiaan yang diwariskan secara lisan atau bukan dalam bentuk material dan apa yang disebut sebagai "Memory of the world". Yaitu sebuah program untuk mengabadikan warisan dokumenter.

Daftar UNESCO ini ibaratnya dilanda inflasi. Artinya terlalu banyak. Demikian menurut para pengkritik, dan siapa yang tidak tercantum di dalamnya, pastilah tidak tercatat dalam benak. Padahal warisan budaya yang sudah tercantum dalam daftar UNESCO itu pun sering tidak disadari eksistensinya. Demikian disayangkan oleh Dieter Offenhäußer, wakil sekretaris jendral Komisi UNESCO Jerman.

"Kita semua tahu, bila sebuah tempat, baru saja dimasukkan dalam daftar UNESCO, maka banyak laporan mengenainya. Tetapi kemudian selama bertahun-tahun tidak ada kabar beritanya lagi. Pemberitaan baru ramai kembali, bila ada perdebatan mengenai kemungkinan terpuruknya suatu bangunan warisan budaya dunia ke dalam 'daftar merah', artinya bila bangunan itu terancam."

Inilah yang hendak diubah oleh Komisi UNESCO Jerman dan Lembaga Pengelola Bangunan Warisan Budaya Dunia. Setidaknya ke-31 warisan dunia yang ada di Jerman hendak ditingkatkan menjadi tempat pertemuan dan tempat pertukaran antar-budaya. Oleh sebab itu pada hari Minggu (4/6), seperti halnya pada tahun sebelumnya, para peminat dapat mengikuti penjelasan keliling yang lebih mendalam, berbagai diskusi, pameran, termasuk pula ibadah. Offenhäußer mengemukakan:

"Bi