Harga Minyak Terelaksasi, Pengamat Berskpekulasi Soal Gerak Pasar Minyak | dunia | DW | 05.10.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Harga Minyak Terelaksasi, Pengamat Berskpekulasi Soal Gerak Pasar Minyak

Harga minyak dalam perkembangannya hanya mengenal satu arah saja – yakni naik terus – trend ini sepertinya sekarang berbalik. Orang awam takjub dan para ahli merasa heran.

Para pialang di Bursa Minyak New York

Para pialang di Bursa Minyak New York

Wiek: “Harga minyak turun sangat drastis. Kita telah mengalami bahwa gelembung spekulasi yang telah dibangun dalam waktu yang panjang – terutama karena faktor politik – sekarang pecah. Dalam waktu 10 minggu, harga minyak mentah turun dari hampir 80 sampai dibawah 60 Dollar.”

...akan tetapi kini sudah diamati gerakan membalik secara lemah dalam harga minyak, lanjut Reiner Wiek, pimpinan Badan Informasi Energi Hamburg.

Klaus Matthies dari Arsip Ekonomi Dunia di Hamburg melihat alasan jatuhnya harga minyak ini terletak pada perkiraan pasar minyak internasional yang lebih realistis.

Matthies: “Sekarang kelihatannya data pasar yang fundamental telah diberlakukan lebih kuat. Penawaran minyak memang sejak bertahun-tahun lebih tinggi dari permintaan. Tetapi harganya tetap naik secara drastis karena kekhawatiran akan kurangnya pemasokan.”

Dengan kata lain: Ketakutan akan konflik-konflik politik seperti sengketa atom Iran, ketakutan akan serangan teror dan bencana alam yang dapat membahayakan penambangan minyak dan juga jalur pengirimannya, pada saat ini kurang menonjol dibandingkan beberapa minggu yang lalu. Semuanya adalah pertanyaan psikologis, anggap Reiner Wiek.

Wiek: “di masa lalu kita telah mengalami gerak luar biasa dalam pasar minyak dan hal ini pasti akan berlanjut di masa depan. Menurut saya, saat ini semuanya menunjukkan bahwa kemerosotan harga sudah berakhir. Apabila kita sekarang memang kembali memasuki krisis baru seperti pandangan geopolitis, maka harga minyak tentu saja dapat naik lagi dengan cepat. Dalam hal ini ada beberapa efek samping musiman yang harus diperhatikan: Musim dingin sudah diambang pintu, banyak orang Jerman yang persediaan minyak pemanasnya tidak mencukupi. Hal ini berarti, jika disana muncul gelombang permintaan yag besar, maka setidaknya untuk produk ini akan ada kenaikan harga yang stabil atau kenaikan ringan.”

Kemerosotan lebih lanjut harga minyak mentah memang tidak diperhitungkan. Terutama karena negara-negara produsen minyak seperti Nigeria dan Venezuela telah mengumumkan pengurangan produksi secara ringan untuk mencegah kemerosotan harga lebih lanjut. Produsen-produsen minyak lainnya dapat mengikuti langkah ini, seperti yang dikatakan Klaus Matthies.

Matthies: “Menurut saya, 60 Dollar untuk harga minyak sekarang ini merupakan batas paling rendah, kerena OPEC telah terbiasa dengan harga-harga tinggi. Presiden OPEC belum lama ini mengatakan, bahwa menurutnya harga 60 Dollar terlalu rendah. Hal ini berarti bahwa negara-negara OPEC – terutama Arab Saudi – akan menurunkan produksi minyaknya jika harga minyak terus turun. Apakah mereka akan bersatu, hal ini masih diragukan, karena pendapatan tinggi dari minyak tentu saja sangat menarik. Tetapi mereka akan bereaksi jika harga turun lagi, saya yakin, karena mereka ibaratnya mereka terancam. Saya tidak melihat harga minyak untuk tahun depan akan turun lagi.”

Pada tahun ini harga minyak dapat tetap berada dalam fokus karena para investor ingin menaksir daya beli para konsumen yang menjelang natal. Semakin sedikit yang harus dikeluarkan oleh para konsumen untuk besin dan minyak pemanas, maka akan ada lebih banyak yang tersisa untuk barang-barang konsumsi. Saat menjelang perayaan natal secara tradisional adalah waktu paling penting untuk para pedagang eceran.

Iklan