Harga Minyak Rendah - OPEC Gelisah | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 12.12.2008
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Dunia

Harga Minyak Rendah - OPEC Gelisah

Dari 150 dolar per barrel di bulan Juli, sekarang harga minyak tinggal sekitar 40 dolar. Keanjlokan ini merupakan masalah bagi negara-negara OPEC.

17 Desember mendatang OPEC akan membahas soal jumlah produksi minyak.

17 Desember mendatang OPEC akan membahas soal jumlah produksi minyak.

Menurut perkiraan pakar bahan baku, Dora Borbély dari Deka Bank di Frankfurt, ada dua hal utama yang menyebabkan anjloknya harga minyak. Pertama itu merupakan koreksi terhadap harga yang berlebihan bulan Juli lalu. Kedua, resesi sedunia yang ada sekarang ini. Artinya permintaan akan bahan baku melemah, bahkan jauh berkurang.

Sedangkan menurut Raja Abdullah dari Arab Saudi, harga yang pantas berkisar pada 75 dolar. Hal mana disetujui pula oleh Dora Borbély: "Semua harga di bawah 70 dollar, menurut kami tidaklah pantas. Masalahnya sekarang pasaran sedang pesimis. Para spekulan minyak kurang lebih bersikap netral dengan data yang kami miliki. Tetapi likuiditas di pasaran bahan meentah berkurang. Orang bersikap pesimis terkait soal besar kecilnya permintaan. Ini menekan harga sedemikian rendah seperti sekarang ini."

Bagi negara-negara penghasil minyak jatuhnya harga menyebabkan timbulnya celah yang menganga pada kas negara. Negara-negara OPEC sudah berupaya menghentikan penurunan harga dengan mengurangi jumlah penawaran. Tetapi tidak berhasil. Para pengamat pasar seperti Dora Borbély menantikan pertemuan OPEC tanggal 17 Desember mendatang. Yaitu apakah OPEC akan terus mengurangi produksi. Menurut Dora Borbély: "Nampaknya belum pasti apakah mereka akan mengurangi produksi atau tidak. Sebab pemasukan mereka mungkin berkurang karena harga yang terus turun. Kalau jumlah produksi dikurangi, maka pendapatan mereka pun semakin sedikit. Kecuali, kalau dengan pengurangan produksi itu mereka berhasil menaikkan harga. Tetapi untuk waktu sekarang, itu kelihatannya mustahil."

Walau pun demikian ada perkiraan bahwa OPEC akan melakukan pengurangan produksi antara satu sampai dua juta barrel. Saat ini setiap harinya pasaran dunia mendapat pasokan sebanyak 83 juta barrel. 40 persen dari jumlah itu merupakan produksi negara-negara OPEC.

Oleh sebab itu pengurangan tawaran dari OPEC tidak ada dampaknya, karena jumlah permintaan juga berkurang. Dan menurut lembaga informasi energi AS, ini adalah untuk pertama kalinya dalam 25 tahun belakangan. Yaitu bahwa kebutuhan energi di seluruh dunia berkurang akibat krisis keuangan. Berkurangnya permintaan minyak sebelumnya, terjadi di tahun 1983.

Perubahan ini juga dirasakan di industri pengolahan minyak. Penyulingan minyak terbesar di Cina bulan Desember ini menekan produksi mereka sampai tingkat terendah sejak dua tahun.

Pengamat pasar seperti Dora Borbély dari Deka Bank di Frankfurt memperkirakan harga minyak baru akan naik lagi menjadi 50 dollar atau lebih per barrel pada musim semi atau musim panas tahun 2009. Baru saat itulah pengurangan tawaran di pasaran minyak akan terasa dampaknya. Tetapi sulit untuk meramalkan bagaimana perkembangan harga selanjutnya. Tetapi untuk tahun-tahun ke depan dapat dikatakan harga minyak pasti akan naik lagi. (dgl)