Harapan Libanon atas Pasukan Internasional | Fokus | DW | 21.09.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Harapan Libanon atas Pasukan Internasional

Masih menjadi pertanyaan, tugas apa yang akan diemban pasukan internasional di Libanon.

default

Siapa yang hendak melindungi Israel, sebaiknya langsung saja mengirimkan marinirnya ke negara itu. Demikian menurut laporan sebuah harian Libanon yang mengutip seorang menteri Hizbullah. Sementara anggota kabinet lainnya lebih diplomatis dalam pernyataannya mengenai tema yang sama. Yang dimaksudkan bahwa Libanon tidak meminta bantuan dari marinir Jerman untuk memberikan perlindungan yang lebih baik kepada Israel. Bantuan yang diminta adalah pencegahan penyelundupan senjata dan pengamanan perbatasan laut Libanon. Kedua butir itu tercantum dalam resolusi PBB nomor 1701 dan ini harus dilaksanakan. Menteri Dalam Negeri Achmed Fatfat mengatakan:

Kami sebenarnya tidak memiliki marinir. Kami hanya punya delapan kapal tua kecil yang perlengkapannya buruk dan tidak ada radar. Dengan radar darat, yang untungnya tidak dirusak oleh Israel baru-baru ini, kami hanya dapat mengawasi perairan sebatas enam mil saja, dan ini juga hanya kalau cuaca bagus. Di musim dingin, setidaknya lima bulan setiap tahun, kami malahan sama sekali tidak mampu mengawasai perairan sejauh satu mil.“

Jadi pemerintah Libanon melihat penempatan pasukan marinir Jerman sebagai bantuan perluasan kekuatan negaranya sendiri di seluruh Libanon. Sebenarnya Jerman bukanlah satu-satunya negara pengirim pasukan perdamaian yang punya masalah pada awal misinya di Libanon. Banyak warga Libanon tidak mengerti, mengapa jumlah pasukan perdamaian internasional PBB UNIFIL tiba-tiba meningkat dari 2.000 menjadi 15. 000 personel.

Seorang kolumnis dari harian “As-Safir” mengatakan, jika tugas UNIFIL tidak untuk melucuti Hisbullah, jadi apa yang dilakukan armada pasukan internasional di Libanon? Untuk apa senjata berat dan modern serta panser? Jika UNIFIL hanya diminta untuk membantu angkatan bersenjata Libanon, kenapa pasukan PBB dalam hal tertentu bertindak sendiri dan tidak bekerjasama sepenuhnya dengan angkatan bersenjata dan pemerintah Libanon?

Timur Goksel yang bertahun-tahun lamanya pernah menjadi juru bicara pasukan perdamaian PBB, mengatakan:

“Tak seorangpun menjawab pertanyaan tersebut. Semakin lama pertanyaan itu tidak dijawab, semuanya semakin sulit. PBB dan pemerintah Libanon harus menjelaskan hal ini dalam satu kalimat. Untuk apa kekuatan angkatan bersenjata ini? Semakin lama hal ini didiamkan, semakin banyak teori yang berbau spekulasi. Orang di Libanon sudah kenal UNIFIL, tetapi karena ada perubahan dramatis orang bertanya, untuk apa sebenarnya semua ini.“

Belakangan ini, komandan UNIFIL menyatakan, pasukan internasional tidak akan melucuti Hisbullah dan berpegang teguh kepada resolusi PBB nomor 1701.

Meskipun banyak warga Libanon merasa tidak nyaman atas kehadiran ribuan tentara asing di negaranya, tapi mayoritas warga berharap, pasukan internasional akan membawa stabilitas bagi Libanon.

Menteri Dalam Negeri Libanon Fatfat mengatakan:

"Sebagian warga Libanon melihat peranan UNIFIL dengan rasa curiga, tetapi sebagian besar menyetujuinya. Karena kami ingin perdamaian dan berharap, perang tidak akan pecah lagi. Mayoritas warga memohon agar UNIFIL memainkan peranan di Libanon.“