1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Hak Pekerja di Eropa: Siapa yang Tetap Bekerja Saat Natal?

22 Desember 2025

Dari jumlah hari libur berbayar hingga besarnya bonus Natal, tidak semua negara Eropa memberikan perlakuan yang sama kepada pekerja selama musim liburan.

https://p.dw.com/p/55nSx
Santa Klaus duduk di kereta yang ditarik rusa 'terbag' dengan bantuan kabel di atat Danau Jenewa, Swiiaa, 23 Desember 2014
Santa Klaus bukan satu-satunya yang bekerja pada Malam NatalFoto: Jean-Christophe Bott/KEYSTONE/dpa/picture alliance

Siapa yang bekerja paling giat saat musim Natal tiba? Banyak orang mungkin langsung memikirkan para peri di Kutub Utara dan Santa Klaus yang membagikan hadiah dengan kereta luncur. Namun, kenyataannya masih banyak pekerja lain yang juga berperan penting agar berbagai aktivitas tetap berjalan hingga akhir tahun.

Di Eropa, sebagian orang mendapat keuntungan berupa hari libur nasional berbayar. Ada juga yang mendapatkan lebih banyak hari libur di waktu lain sepanjang tahun, sebagai gantinya mereka memiliki libur yang lebih sedikit saat musim Natal.

Meski begitu, banyak orang tetap harus bekerja. Peran penting tetap dibutuhkan, seperti layanan darurat, pekerja hotel, restoran, dan toko ritel, yang justru menghadapi masa paling sibuk sepanjang tahun. Pekerja logistik juga sangat dibutuhkan untuk mengirim kartu Natal dan hadiah.

Siapa yang bisa menikmati libur Natal?

Sebagian besar orang di Eropa mendapatkan sekitar dua hingga lima hari libur nasional selama masa Natal dan Tahun Baru, yang berlangsung dari Malam Natal pada 24 Desember hingga Epifani pada 6 Januari.

Sebagai contoh, Malta memiliki total 14 hari libur nasional dalam setahun, dengan dua hari di antaranya jatuh pada periode Natal dan Tahun Baru. Sementara itu, Siprus, Slovakia, dan Rumania memiliki 15 hari libur nasional, dan sekitar sepertiganya berlangsung saat musim perayaan.

Lithuania menjadi negara dengan jumlah hari libur nasional terbanyak, yaitu 16 hari. Dari jumlah tersebut, empat hari berada di antara Malam Natal dan Hari Tahun Baru.

Namun, kenyataannya tidak selalu sederhana

Penelitian dari Hans Böckler Foundation di Jerman menunjukkan bahwa hampir satu dari sepuluh pekerja Jerman masih bekerja setelah pukul 14.00 pada Malam Natal. Hal ini terjadi karena Malam Natal bukan hari libur nasional di Jerman.

Selain itu, terdapat perbedaan antarwilayah. Pekerja di Jerman Timur lebih sering diminta untuk tetap bekerja selama periode ini. Bahkan, biasanya pekerja yang sama harus bekerja melewati pukul 14.00 setiap tahunnya.

Sementara itu, di negara-negara yang mewajibkan toko tutup pada pukul 14.00 tanggal 24 Desember, masyarakat harus memastikan semua kebutuhan sudah dibeli sebelumnya agar cukup hingga 27 Desember.

Pemanis saat Natal

Sebagian pekerja menerima bonus Natal berupa “thirteenth month” atau gaji bulan ke-13 yang langsung ditambahkan ke rekening mereka.

Besarnya bonus ini biasanya dihitung berdasarkan jumlah jam kerja. Di negara-negara Eropa Selatan seperti Portugal, Spanyol, Yunani, dan Italia, pemberian bonus tersebut diatur oleh hukum, meskipun pelaksanaannya bergantung pada industri dan perusahaan.

Di negara Eropa lainnya, bonus Natal umumnya diberikan sebagai kebiasaan atau tradisi, bukan sebagai kewajiban hukum.

Namun, tidak semua negara memberikan tambahan manfaat. Di Jerman dan Prancis, pemerintah sempat mengusulkan pengurangan hari libur nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini membuat waktu libur Natal menjadi semakin berharga bagi para pekerja.

 

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Rahka Susanto
Editor: Yuniman Farid

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait