Haiti: Korban Tewas akibat Gempa Mendekati 2.000 Jiwa | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 18.08.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Bencana Alam

Haiti: Korban Tewas akibat Gempa Mendekati 2.000 Jiwa

Hampir 2.000 orang tewas dan lebih 9.900 cedera akibat gempa berkekuatan 7,2 skala Richter di Haiti. Negara ini makin menderita ketika badai tropis menghantam wilayah yang dilanda gempa

Haiti Erdbeben Bergungsarbeiten

Puluhan ribu orang kehilangan rumah karena gempa.

Korban tewas akibat gempa berkekuatan 7,2 SR yang melanda Haiti pada akhir pekan lalu meningkat menjadi 1.941, kata para pejabat setempat pada Selasa. 

Pada hari Sabtu, gempa bumi melanda bagian barat daya negara Karibia itu, dengan episentrum sekitar 100 mil (160 kilometer) barat ibukota Port-au-Prince. 

Rumah sakit kini berjuang untuk merawat semua korban yang terluka. Badan perlindungan sipil Haiti melaporkan sedikitnya 9.915 orang terluka. 

Setelah dilanda gempa bumi, hantaman badai tropis Grace yang disertai hujan deras merobohkan puluhan ribu rumah milik para korban yang masih berjuang mengatasi dampak bencana gempa bumi. 

Badai Tropis Grace menghantam Haiti 

Badai Grace melanda barat daya Haiti, kawasan yang juga paling parah dilanda gempa hari Sabtu. 

Pusat Badai Nasional AS memperingatkan kemungkinan banjir bandang di daerah perkotaan serta kemungkinan tanah longsor saat Grace melanda Haiti dengan membawa curah hujan hingga 38 sentimeter. 

Hujan sporadis juga turun di kota Les Caves yang rusak parah akibat gempa dan di ibu kota Port-au-Prince. 

Pejabat setempat memperingatkan warga untuk waspada terhadap bangunan yang menunjukkan retakan akibat gempa karena bisa runtuh karena derasnya hujan. 

Rumah sakit dilaporkan semakin kewalahan karena pasien yang sebelumnya berkemah di luar pindah ke dalam ruangan untuk menghindari badai tropis. 

Para dokter bekerja di tenda darurat luar rumah sakit merawat korban yang terluka

Para dokter bekerja di tenda darurat luar rumah sakit merawat korban yang terluka

Terbatas dan tidak ada akses ke sumber daya 

Perserikatan Bangsa-Bangsa UNICEF mengatakan, lebih dari setengah juta anak terkena dampak dari tragedi itu. 

"Keluarga Haiti yang tak terhitung jumlahnya yang telah kehilangan segalanya akibat gempa, sekarang benar-benar hidup dengan kaki terendam air akibat banjir," kata Bruno Maes, perwakilan UNICEF di Haiti. 

"Saat ini, sekitar setengah juta anak Haiti hanya memiliki akses terbatas atau tidak punya akses sama sekali untuk tempat berlindung, air bersih, perawatan kesehatan dan nutrisi." 

Lebih dari 1.800 tangki air minum di pesisir Pestel retak atau hancur akibat gempa.

 

PBB mengatakan telah mengalokasikan US $8 juta (Rp 114 miliar) dana darurat untuk menyediakan perawatan kesehatan dasar, air bersih, tempat penampungan darurat dan sanitasi bagi orang-orang yang terkena dampak gempa. 

"Kami akan terus meningkatkan respons kami ke daerah-daerah yang paling parah terdampak bencana," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Sebelum gempa bumi dan badai, warga Haiti sudah berjuang dengan susah payah menghadapi pandemi virus corona, kemiskinan yang makin memburuk dan pembunuhan Presiden Jovenel Moise baru-baru ini. (bn/as)