Greenpeace: H&M, ZARA dan Banyak Perusahaan Lain Hindari Bahan Kimia Beracun | dunia | DW | 13.07.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Lingkungan

Greenpeace: H&M, ZARA dan Banyak Perusahaan Lain Hindari Bahan Kimia Beracun

Sejak lama Greenpeace berkampanye menentang bahan kimia berbahaya yang digunakan industri tekstil. Sekarang sudah 80 perusahaan tekstil besar yang mendukung kampanye anti racun ini.

Banyak nama besar di industri tekstil, seperti H&M, Zara, Adidas, Puma dan Nike, yang ikut dalam Kampanye Detox yang dimulai Greenpeace sejak tujuh tahun lalu. Sekarang sudah ada lebih 80 perusahaan tekstil yang menandatangani kesepakatan untuk menghindari bahan-bahan kimia beracun dalam proses produksinya, kata Greenpeace.

"Pada awalnya, industri dan politik menganggap tuntutan kami agar menghidnaribahan kimia beracun dalam industri tekstil sebagai tidak realistis", kata ahli tekstil Greenpeace, Viola Wohlgemuth. Namun kemudian, "Kampanye Detox makin meluas ke publik" dan banyak perusahaan yang akhirnya mengikuti standar baru pengolahan tekstil yang bebas racun kimia, lanjutnya.

Greenpeace Aktivisten Zara (picture-alliance/dpa)

Kampanye Detox yang digalang Greenpeace terhadap industri pakaian dan tekstil (November 2012)

Industri yang sedang booming

Industri pakaian saat ini sedang mengalami peningkatan pesat. Tahun 2017, konsumsi pakaian akan mencapai volume 62 juta ton dan sampai tahun 2030 diperkirakan tumbuh mencapai 102 juta ton.

Bagi manusia dan lingkungan, pertumbuhan ini menjadi masalah besar terutama di negara-negara ambang industri. Permintaan untuk pakaian murah meningkat sangat cepat. Dalam proses produksinya, pewarnaan baju sering menggunakan bahan-bahan kimia beracun, terutama untuk membuat baju tidak mudah luntur dan tidak cepat berjamur.

Bahan-bahan kimia ini, yang berpotensi menyebabkan penyakit kanker dan mempengaruhi perkembangan hormon, dengan mudah terbuang ke limbah air dan akhirnya ke dalam tanah. Di banyak negara memang sudah ada pengawasan limbah industri, namun di negara-negara seperti pemabrik tekstil seperti Cina, Indonesia atau Mexiko, pengawasan sangat longgar atau bahkan tidak dilakukan sama sekali.

Chemikalien in Kinderkleidung (Emma Stoner/Greenpeace)

Bahan kimia beracun sering ditemukan pada pakaian anak-anak

"Masih banyak yang harus dilakukan"

"Industri tekstil adalah pengguna utama bahan-bahan kimia berbahaya, dan mereka juga pencemar terbesar air", kata Greenpeace ketika menggalang Kampanye Detox tahun 2011. Ketika itu Greenpeace menuntut produsen besar dan rumah-rumah mode agar mengambil alih tanggung jawab dan menerapkan proses produksi yang lebih ramah lingkungan.

Sejak itu, sudah ada lebih 80 perusahaan besar yang mendeklarasikan komitmennya. Targetnya, sampai tahun 2020 industri tekstil tidak lagi menggunakan bahan kimia berbahaya. Indutri tekstil juga berjanji mengumumkan jalur pemasokan secara transparan, dan menghindari penggunaan 11 bahan kimia beracun yang paling berbahaya.

Nama-nama besar seperti Zara, H&M, Mango, Esprit, produsen pakaian olahraga Adidas, Puma dan Nike kini berpartisipasi dalam Kampanye Detox. Namun Greenpeace menekankan, "masih banyak yang harus dilakukan sampai 2020". Banyak perusahaan yang melaporkan kendala teknis dalam penerapan standar Greenpeace.

Selain perusahaan-perusahaan tekstil, Greenpeace menuntut agar pemerintah di negara-negara industri menetapkan aturan dengan standar lingkungan yang ketat. Mereka juga menuntut industri kimia agar mengembangkan bahan-bahan pendukung tekstil yang lebih ramah lingkungan.

hp/ap (afp)

 

Laporan Pilihan