Granat Jerman Peninggalan Perang Dunia I Ditemukan Dalam Kapal Pengiriman Kentang | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 04.02.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Peninggalan PD I

Granat Jerman Peninggalan Perang Dunia I Ditemukan Dalam Kapal Pengiriman Kentang

Pegawai pabrik makanan ringan di Hong Kong dibuat heboh ketika mereka menemukan sebuah granat peninggalan Perang Dunia I di tumpukan kentang. Diduga granat tersebut telah terkubur selama 100 tahun lamanya.

Kita mungkin beberapa kali pernah menemukan hal-hal aneh yang membuat diri tak habis pikir, bahkan mungkin mengejutkan seperti yang satu ini. Datang dari Hong Kong bagian timur, setelah sebuah pabrik makanan ringan Calbee memanggil satuan kepolisisan anti teror. Hal ini dilakukan karena salah seorang pegawai Calbee menemukan satu buah granat tangan peninggalan Perang Dunia I di dalam peti pengiriman kentang Perancis, begitu bunyi keterangan polisi.

Polisi pun memindahkan beberapa kendaraan dan tumpukan karung berisi kentang di sekitaran granat yang memiliki panjang 8 cm dan berat 1 kilogram tersebut, sebelum berhasil meledakkannya dengan aman.

"Granat dalam kondisi tidak stabil karena sebelumnya sudah diaktifkan tetapi gagal meledak," ujar supervisor Calbee, Wilfred Wong Ho-on.

Dikira kentang

Granat yang diduga adalah milik tentara Jerman, ditemukan dalam kondisi terlapisi lumpur dan berada dalam tumpukan kentang yang diimpor langsung dari Perancis. Pengamat sejarah perang dari Universitas Hong Kong, Dave Macri, berpendapat bahwa kemungkinan besar granat tersebut terkubur di bawah medan perang 100 tahun lalu.

"Jika itu (granat) terlapisi lumpur, sepertinya granat tersebut memang tertinggal, atau tidak sengaja jatuh dari salah seorang prajurit, atau memang ada disana karena dilempar (namun tidak meledak)," ujar Dave kepada South China Morning Post.

Baca juga : Rosa Luxemburg: Tokoh Pejuang dan Pemikir Kiri Yang Kontroversial

"Kemudian medan pertempuran tersebut beralih fungsi menjadi lahan perkebunan, dan granat tersebut ikut dipanen di antara kentang-kentang siap impor, lalu sampai ke Hong Kong," ia menambahkan.

Penemuan granat bahkan bom-bom bekas peninggalan perang dunia bukanlah hal yang asing di Hong Kong. Hong Kong menjadi saksi bisu sengitnya pertempuran antara Jepang dan Inggris saat Perang Dunia II lalu, sebelum akhirnya dibombardir habis pasukan Amerika beserta sekutunya. (ed: rap/hp)

Laporan Pilihan