1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Giorgia Meloni
Foto: Cecilia Fabiano/LaPresse/ZUMA/picture alliance
PolitikItalia

Giorgia Meloni Siap Menjadi PM Perempuan Pertama di Italia

Bernd Riegert
3 Agustus 2022

Kubu aliansi kanan sepakat mengajukan pemimpin partai terkuat dalam pemilu September mendatang sebagai perdana menteri. Peluang besar bagi politisi ultra kanan Giorgia Meloni menjadi PM perempuan pertama Italia.

https://www.dw.com/id/giorgia-meloni-siap-menjadi-pm-perempuan-pertama-di-italia/a-62684703

Dalam pemilihan 2018, partai sayap kanan Brothers of Italy hanya memenangkan 4% suara. Empat tahun kemudian, mereka memimpin jajak pendapat dan sekarang terlihat menang lebih dari 23% dan pemimpin mereka Giorgia Meloni diperkirakan menjadi perdana menteri perempuan pertama Italia pada September mendatang, setelah Mario Draghi mundur dan mengumumkan pemilu baru.

Di dinding sebuah rumah di Via della Scrofa Roma, tidak jauh dari gedung parlemen, terpampang tulisan di atas batu dan karangan bunga kering memperingati Alberto Marchesi, seorang pejuang perlawanan anti-fasis yang tahun 1944 dieksekusi oleh anggota SS Jerman. Tulisan itu tergantung di sebelah kiri gerbang yang lebar. Ironisnya, di sebelah kanan gerbang itu ada petunjuk kantor markas partai neo-fasis Fratelli d'Italia atau Persaudaraan Italia.

Jalan ini memang sejak 1946 menjadi markas partai-partai neo-fasis dan ultra kanan, seperti  gerakan MSI, Aliansi Nasional, dan sekarang Persaudaraan Italia, nama yang diambil dari bait pertama lagu kebangsaan Italia.

Ketuanya, Giorgia Meloni, mengklaim dia memang memiliki hubungan "yang tak terputus" dengan para pemimpin fasis masa lalu. Diktator Mussolini adalah "kepribadian yang kompleks," kata Giorgia Meloni dalam sebuah wawancara. Bahkan sampai hari ini, lanjut dia, banyak orang Italia yang berpikir bahwa tidak semuanya buruk di bawah Mussolini.

Giorgia Meloni
Giorgia Meloni berpidato dengan penuh percaya diriFoto: Cecilia Fabiano/LaPresse/ZUMA/picture alliance

Ambigu tentang fasisme masa lalu

Giorgia Meloni, yang pernah menjadi menteri di bawah pemerintahan Silvio Berlusconi, sengaja tidak secara tegas menjauhkan diri dari sejarah fasisme. Dalam otobiografinya dia menulis: "Kita adalah anak-anak dari sejarah kita. Dari seluruh sejarah kita. Seperti halnya dengan semua negara lain, jalan yang telah kita lalui sangatlah rumit, jauh lebih rumit daripada yang ingin diakui oleh banyak orang." Namun, dia menolak kultus kepemimpinan seperti di masa fasisme dulu.

"Saya tidak perlu meminta maaf dalam hidup saya, tetapi dalam dua dari tiga diskusi televisi, saya selalu dipaksa berbicara tentang sejarah, dan bukan tentang politik saat ini. Saya rasa itu tidak benar," katanya berapi-api.

Lawan-lawan politiknya, kata Giorgia Meloni, sedang putus asa melihat kesuksesannya. Mengasosiasikan dia dengan Mussolini, Hitler, atau Putin adalah konyol, katanya. "Bagaimanapun, saya mendukung Ukraina," kata pemimpin partai Persaudaraan Italia itu.

Giorgia Meloni dan Silvio Berlusconi
Giorgia Meloni diangkat Berlusconi jadi Menteri Urusan Remaja dan OlahragaFoto: Vincenzo Pinto/AFP/Getty Images

Penuh percaya diri

Giorgia Meloni terlihat tenang saja menghadapi kritik tajam dari kubu politik sayap kiri.

Ginevra Bompani, seorang penulis kiri, mengatakan kepada televisi La7 misalnya bahwa "Meloni benar-benar brengsek ... dia dikelilingi oleh Nazi." Giorgia Meloni hanya mengatakan di akun Facebooknya bahwa dia lelah digambarkan sebagai "ibu kubu hitam."

Dalam sebuah wawancara TV, dia mengatakan kepada para pengkritiknya untuk memandang ke Prancis dan Jerman, di mana partai-partai populis sayap kanan telah berhasil, dan tidak ada skandal besar di sana. "Mengapa di Italia harus berbeda?"

Giorgia Meloni ingin Uni Eropa menjadi perhimpunan ekonomi yang longgar dan menolak gagasan integrasi Eropa. Dia mengatakan, Presiden Prancis Emmanuel Macron sekarang telah dilemahkan dengan kehilangan mayoritasnya di parlemen. Kanselir Jerman Olaf Scholz kurang percaya diri dan "tentu saja tidak memiliki kekuatan yang sama seperti pendahulunya Angela Merkel."

Justru karena itulah dia kini berpeluang untuk menggalang perubahan yang serius, kata Giorgia Meloni. Pemilihan umum di Italia menurut rencana akan digelar 25 September 2022.

(hp/ha)