Gerald Ford Meninggal Dunia | dunia | DW | 27.12.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Gerald Ford Meninggal Dunia

Mantan Presiden Amerika Serikat Gerald Ford Selasa (26/12) wafat dalam usia 93 tahun.

Gerald Ford, Presiden AS ke-38

Gerald Ford, Presiden AS ke-38

"Mimpi buruk nasional yang menimpa bangsa kita telah berakhir." Kalimat ini disampaikan Gerald Ford dalam pidatonya saat dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke-38. Setelah Richard Nixon mundur dari jabatannya tepat sebelum dilakukannya proses impeachment, Gerald Ford yang saat itu menjabat Wakil Presiden ditetapkan sebagai penggantinya.

Ford: „Saya mengambil alih jabatan kepresidenen dalam situasi luar biasa. Hal yang terjadi dalam sejarah ini meresahkan dan melukai kita.“

Gerald Ford lahir tanggal 14 Juli 1913 di Nebraska. Kuliah di bidang hukum dan 25 tahun menjadi anggota parlemen sampai tahun 1973, saat sebuah skandal korupsi memaksa wakil presiden pertama dari Nixon, Spiro Agnew mundur dari jabatannya. Nixon memuji popularitas dan kejujuran Ford, sementara Ford menjanjikan respek dan loyalitas. Loyalitas yang tidak hanya terbatas di masa kepresidenan Nixon. Sampai detik terakhir, Ford yakin pendahulunya secara pribadi tidak terlibat dalam skandal Watergate. Dan belum sampai satu bulan berada di Gedung Putih ia mengambil keputusan terpenting dan paling mengundang kritik selama jabatannya sebagai Presiden. Ia memaafkan Nixon dan menghentikan semua proses penyelidikan skandal Watergate.

Ford: “Saya Gerald R. Ford akan memaafkan Richard Nixon.”

Keputusan yang membuat masyarakat Amerika Serikat gempar. Alasan Ford, penyelidikan skandal Watergate saat itu begitu menguasai bangsa Amerika Serikat. Ia ingin mengakhiri hal tersebut. Bukan awal yang baik untuk periode kepresidenan yang tengah berjuang keras mengatasi inflasi dan resesi serta sesaat sebelum Amerika Serikat kalah dalam perang Vietnam. Tapi Gerald Ford perlahan-lahan merebut kembali kepercayaan rakyat Amerika Serikat dengan reformasi mendasar dinas rahasia dan perombakan total kabinet. Hal itu cukup untuk membuat partai Republik mencalonkannya sebagai kandidat utama, namun tidak cukup membuatnya menang dalam pemilihan umum. Dalam duel di televisi dengan Jimmy Carter, saingannya dari partai Demokrat, Ford membuat kesalahan

Ford: „Uni Sovyet tidak memiliki dominasi di Eropa Timur dan dominasi itu juga tidak akan mereka dapatkan di bawah administrasi Ford“

Kesalahan fatal yang memberikan kemenangan tipis bagi Jimmy Carter dan membuat Gerald Ford menarik diri dari panggung politik.

Iklan