Georgia Ingin Secapatnya Masuk NATO dan Uni Eropa | dunia | DW | 24.04.2014
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Georgia Ingin Secapatnya Masuk NATO dan Uni Eropa

Setelah krisis Ukraina, Georgia ingin secepatnya masuk NATO dan Uni Eropa. Jerman dan Perancis berjanji akan meningkatkan kerjasama ekonomi dan solidaritas dengan Georgia.

Dalam kunjungan ke Tbilisi, menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier dan menlu Perancis Laurent Fabius menekankan dukungan dan solidaritasnya kepada Georgia. Pemerintah Georgia sebelumnya mengungkapkan kekhawatiran sehubungan dengan perkembangan di Ukraina.

Sampai akhir Juni, Georgia dan Uni Eropa akan menandatangani perjanjian asosiasi, kata Steinmeier. "Ini akan menjadi tonggak penting dalam hubungan antara Eropa dan Georgia".

Namun Steinemeier mengatakan, masih belum jelas kapan Georgia bisa menjadi anggota resmi Uni Eropa dan NATO.

Steinmeier menegaskan, pendekatan Uni Eropa kepada Georgia, salah satu negara bekas wilayah Uni Soviet, tidak dilakukan "untuk menentang pihak tertentu". Prinsip Uni Eropa adalah "koperasi, bukan konfrontasi".

Georgia dan Rusia terlibat perang selama beberapa hari tahun 2008, ketika kawasan Ossetia Selatan menyatakan melepaskan diri dari Georgia. Ketika itu, Ossetia Selatan mendapat dukungan militer dari Rusia. Sampai saat ini, ribuan pasukan Rusia masih ditempatkan di kawasan itu-

Imbas krisis Ukraina

Sehubungan dengan krisis Ukraina, pemerintah Georgia menyatakan khawatir situasi di negaranya bisa ikut memburuk. Saat krisis di Ukraina timur meruncing, menteri luar negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan akan membela warga Rusia di Ukraine seperti dalam kasus Ossetia Selatan.

"Jika… kepentingan warga Rusia diserang secara langsung, seperti yang pernah terjadi di Ossetia Selatan, saya tidak melihat jalan lain selain membalasnya", kata Lavrov menanggapi rencana pemerintah Ukraina melakukan operasi militer terhadap gerakan separatis.

Jerman dan Perancis menerangkan, jika Rusia tidak melakukan langkah deeskalasi, sanksi Uni Eropa akan diperluas. "Jika di pihak Rusia tidak ada langkah-langkah konkrit, kami akan mempertimbangkan sanksi lanjutan", kata menlu Perancis Laurent Fabius.

Mengenai keanggotaan Georgia di NATO, menlu Jerman Steinmeier mengatakan, semuanya akan dibahas dalam pertemuan puncak NATO September mendatang.

Kementerian Luar Negeri Georgia menerangkan, kunjungan Stenmeier dan Fabius adalah "dukungan tegas" terhadap pendekatan Georgia ke Eropa.

Sebelum berkunjung ke Geogria, Steinmeier dan Fabius berkunjung ke Moldova, yang juga ingin meningkatkan kerjasama dengan Uni Eropa. Kedua menlu menegaskan, "tidak ada di pihak kami yang mencari konfrontasi dengan Rusia".

hp/ab (dpa, rtr, afp)

Laporan Pilihan