Genjatan Senjata di Libanon Diberlakukan | Fokus | DW | 14.08.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Genjatan Senjata di Libanon Diberlakukan

Masih harus ditunggu, apakah gencatan senjata di Libanon, yang merupakan salah satu butir dari resolusi DK PBB ini, akan bertahan atau tidak.

Ibukota Libanon, Beirut, yang hancur akibat serangan Israel

Ibukota Libanon, Beirut, yang hancur akibat serangan Israel

Terhitung mulai hari ini, Senin (14/08) gencatan senjata di Libanon diberlakukan. Dan untuk sementara pertempuran antara Israel dan Hisbullah dihentikan. Menurut salah satu surat kabar Israel, Haaretz, dalam websitenya, pihak Israel telah mulai menarik pasukannya pada malam sebelum gencatan senjata ini diberlakukan. Sementara tentara Israel yang masih ada, disiagakan hanya sebagai pasukan pertahanan .

Hari Minggu (13/08) kemarin masih berlangsung pertempuran di Libanon Selatan. Dalam kontak senjata antara Hisbullah dan Israel ini, lima tentara Israel tewas dan 20 orang lainnya luka-luka. Sementara serangan udara Israel menewaskan 18 orang penduduk sipil dan empat tentara Hisbullah. Pada pertempuran ini, pihak Hisbullah telah menembakkan sekitar 250 roketnya ke wilayah utara Israel. Konflik senjata Hisbullah-Israel, yang berlangsung 33 hari ini, telah menewaskan lebih dari 1000 orang sementara ratusan ribu lainnya harus mengungsi.