Gempa di Italia serta Kasus Zuma di Afrika Selatan | BERANDA | DW | 08.04.2009
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

BERANDA

Gempa di Italia serta Kasus Zuma di Afrika Selatan

Harian internasional menyoroti bencana gempa bumi di Italia Tengah dan cara pemerintah PM Silvio Berlusconi menanganinya. Selain itu, vonis bebas Jacob Zuma di Afrika Selatan dibahas dalam sejumlah tajuk media.

default

Harian Spanyol El Pais yang berhaluan liberal kiri menulis:

"Italia adalah negara yang rentan bencana gempa bumi. Dalam 30 tahun terakhir terjadi empat gempa parah. Kehancuran dan pengalaman yang digali darinya menyebabkan dibangunnya gedung baru yang lebih tahan gempa dan regu penyelamat yang siap siaga untuk menangani bencana. Gempa yang mengguncang kota abad pertengahan L'Aquila dan sejumlah distrik lainnya menyebabkan kerusakan berat, tapi jumlah korban tewas lebih sedikit daripada yang diperkirakan dalam gempa sekuat ini. Perdana Menteri Silvio Berlusconi menjanjikan bantuan segera kepada para korban. Mereka akan menagih janji itu, walau Italia sudah terbiasa dengan janji yang tidak dipenuhi.

Sementara harian Swiss Neue Züricher Zeitung berpendapat beda:

"Satu-satunya jalan untuk mencegah terulangnya bencana serupa adalah dengan membangun rumah tahan gempa. Undang-undang yang mengaturnya juga berlaku di Italia, namun undang-undang tersebut kerap diacuhkan. Andai semua gedung baru yang didirikan dalam 20 tahun terakhir mengikuti peraturan untuk pembangunan tahan gempa, tentu jumlah korban tewas lebih sedikit. Namun, korupsi dan ketidak-pedulian pihak berwenang yang seharusnya menjaga agar undang-undang ini ditaati, mencegah hal ini. Penyakit sosial dan politik yang diidap Italia inilah yang mengubah sebuah kejadian alam menjadi bencana."

Harian Austria Der Standard yang tertib di Wina menurunkan komentar senada:

"Para seismolog menekankan bahwa bila gempa berkekuatan sedang seperti di Abruzzi terjadi di Jepang atau Kalifornia maka dampaknya hampir tidak terasa. Berbeda dengan di Italia, di mana undang-undang diacuhkan, peraturan pembangunan dilangkahi dan regulasi tidak diindahkan. Tak ada yang perlu kuatir harus menanggung konsekuensinya.

Bahwasanya PM Silvio Berlusconi kini menjanjikan suatu keajaiban kepada korban yang kehilangan rumahnya adalah suatu ritual tiap bencana. Sama saja dengan di Umbria, di mana para korban gempa harus hidup dalam rumah kontainer selama lima tahun. Perdana Menteri yang cinta pada proyek raksasa seperti pembangunan jembatan ke Sicilia kini menjanjikan suatu titik balik. Ia akan membangun sebuah kota baru dalam 24 bulan. Kata-katanya mengingatkan pada Potemkin, tokoh Rusia abad ke-18 yang gagal memenuhi target pembangunan ambisiusnya di stepa Ukraina."

Topik lainnya yang diangkat harian internasional dalam tajuknya adalah kasus pengadilan Jacob Zuma, Ketua Partai pemerintah ANC di Afrika Selatan. Harian Prancis Le Monde menulis:

"Afrika Selatan menggelar pemilu. Di saat yang tepat suatu kasus pengadilan yang sudah berlangsung sejak tahun 2003 berakhir dan memungkinkan bebasnya kandidat Partai ANC Jacob Zuma dari tuduhan penipuan dan korupsi. Sistem peradilan di Afrika Selatan menempuh jalan yang berbahaya. Jaksa penuntut umum menjelaskan bahwa tekanan politik membesar-besarkan kasus yang kini dibatalkan. Permainan tidak transparan dengan hukum mengancam untuk merusak kredibiltas politisi Afrika Selatan. Semoga pemilu mendatang mengakhiri kekuasaan ANC sebagai partai tunggal yang saat ini menyalahgunakan kekuatannya dengan cara-cara yang perlu dipertanyakan."(zer)