Gagasan Anti Alkohol UE | Sosial | DW | 02.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Gagasan Anti Alkohol UE

Sejumlah politisi Uni Eropa menyebut gagasan anti alkohol yang diajukan komisaris kesehatan UE sebagai ide kosong yang tidak dapat diimplementasikan.

default

Usul komisaris urusan kesehatan Uni Eropa Markos Kyprianou memicu perdebatan sengit. Perdebatan soal konsumsi alkohol memang pelik di Eropa. Saat topik ini pertama kali diangkat, Komisi Eropa menerima kritik tajam dari produsen minuman dan perusahaan periklanan. Markos Kyprianou terpaksa menarik kembali usulnya untuk melarang iklan minuman beralkohol. Sementara, ide untuk memasang label peringatan pada botol berisi minuman beralkohol, serupa label pada bungkus rokok, masih harus ditelaah lebih lanjut.

"Masalahnya bukan pada produk itu sendiri tapi pada penyalahgunaan alkohol. Strategi kami bukan untuk melarang minuman beralkohol tapi untuk mengantisipasi konsumsi alkohol yang berlebihan.“ Demikian ditegaskan Markos Kyprianou.

Komisi Eropa memperkirakan, sekitar 195.000 warga Eropa tewas tiap tahun karena dampak lanjutan alkohol. Eropa berada di peringkat pertama konsumsi alkohol dunia. 23 juta warga Eropa mengalami ketergantungan alkohol dan umur rata-rata peminum alkohol semakin muda. Menurut Komisi Eropa, konsumen di Eropa tak jarang mulai berkenalan dengan alkohol ketika berusia 12 sampai 14 tahun.

Komisaris urusan kesehatan Uni Eropa Markos Kyprianou menuntut agar batas usia terendah bagi pembeli alkohol dinaikkan menjadi 18 tahun. Di beberapa negara Eropa batas usia tersebut adalah 16 tahun. Kyprianou mengeluhkan, batas usia terendah ini jarang dikontrol:

Komisi Eropa menuntut agar negara anggotanya melakukan koordinasi dan melancarkan penyuluhan bersama. Di lain pihak, sebagian besar negara Uni Eropa menolak linsensi penjualan alkohol yang lebih ketat atau monopoli negara seperti yang berlaku di Swedia. Negara yang kontra merujuk pada kewenangan Komisi Eropa yang hanya berhak mengajukan haluan sementara perwujudan politik kesehatan adalah tanggung jawab masing-masing negara.

Komisaris urusan kesehatan Markos Kyprianou hanya dapat mengajukan topik ini sebagai bahan pertimbangan. Ia tidak berhak menetapkan undang-undang untuk mengatur konsumsi alkohol di Eropa. Sebagian besar produsen minuman memang menolak jika mereka dilarang mengiklankan minuman beralkohol. Namun, Rodolphe de Looz Coswarmen yang mewakili produsen bir Eropa menegaskan, para produsen minuman bersedia merundingkan hal ini dengan Komisi Eropa.

Komisi Eropa antara lain menyarankan untuk menaikkan harga alkohol, misalnya dengan menambah pajak minuman beralkohol. Di kawasan selatan Eropa misalnya, anggur tidak dikenai pajak sama sekali, di sebagian negara Eropa Utara pajak untuk bir sangat rendah. Usul ini mungkin saja diterima baik oleh menteri keuangan Eropa. Sekarang saja pemasukan dari pajak minuman beralkohol mencapai 25 miliar Euro per tahun.