G20 Sepakati Sejumlah Komitmen | dunia | DW | 12.11.2010
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

G20 Sepakati Sejumlah Komitmen

Para kepala negara G20 menyepakati komitmen yang meliputi keseimbangan perdagangan, mengakhiri proteksionisme, jaminan terhadap krisis dan reformasi IMF. India dan Cina akan berperan lebih besar.

default

Foto bersama para pemimpin negara anggota G20

Keterangan yang disampaikan para kepala negara G20 menunjukkan keinginan untuk tetap positif. Seperti dinyatakan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, yang menegaskan mulai pulihnya ekonomi global, "Jadi di Seoul, isunya adalah apakah negara-negara bisa bekerja sama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi global. Memang, sejumlah komentar akan terfokus pada sengketa-sengketa yang mengemuka. Namun kenyataannya, di sini ke 20 ekonomi utama di dunia berkumpul untuk menyepakati jalan untuk maju.“

Kepada pers usai pertemuan, Presiden Obama menyatakan bahwa banyak upaya yang tidak secara langsung mengubah dunia, tapi lebih merupakan tahapan untuk membangun mekanisme dan lembaga internasional yang bisa menstabilisasi ekonomi, mengurangi kekisruhan dan terutama menjamin pertumbuhan ekonomi.

Diakuinya juga bahwa para kepala negara masih harus bekerja keras, "Pendeknya, kami telah berhasil mendorong ekonomi global ke arah pemulihan. Tapi kami juga tahu bahwa tercapainya hal itu tidak berjalan cukup cepat, yang terutama menjadi prioritas saya, yakni sehubungan dengan pembukaan lapangan kerja bagi warga Amerika. Pertumbuhan di banyak negara maju berlangsung terlampau lamban. Sementara dalam perdagangan, sejumlah negara memiliki surplus besar, dan lainnya menghadapi defisit besar. Pada akhirnya kita bisa terjerumus kembali oleh ketimpangan yang sebelumnya turut memudahkan terjadinya krisis.”

Obama menekankan, untuk semua ini masih harus diupayakan solusi yang lebih baik.

Juga Berlin, Kanselir Jerman, yang telah kembali ke Jerman, menyatakan hal serupa. Ia sebutkan, pada pertemuan G20 di Seoul, Korea Selatan, tampak ada keinginan kuat untuk kerjasama ekonomi yang lebih erat. Namun bersamaan dengan itu ia peringatkan, "Saya ingin menekankan bahwa diskusi mengenai perdagangan bebas sekarang menjadi semakin penting, karena proteksionisme bisa mengancam kelanjutan pertumbuhan global. Sementara perdagangan bebas dan kesepakatan dalam perundingan Doha nanti bisa menjadi isyarat penting, bahwa dalam strategi pertumbuhan yang tengah diupayakan itu, ada kemajuan."

Terkait ancaman proteksionisme, Kanselir Merkel merujuk terhadap kekuatiran sejumlah pemimpin bahwa sengketa nilai mata uang antara Amerika Serikat dan Cina bisa berdampak pada pemberlakuan proteksionisme di salah satu atau kedua negara itu. Di Seoul, pernyataan para kepala negara diupayakan untuk menggambarkan kesatuan yang berkembang saat menghadapi krisis. Para negosiator bekerja hingga jauh malam untuk memformulasi pernyataan yang memberikan semua pihak alasan untuk menyepakatinya, meskipun masalah yang tak tertuntaskan masih banyak.

Terkait dengan jaminan terhadap krisis global, ke depan India dan Cina akan memegang peran lebih besar dalam Dana Moneter Internasional, baik dalam pengambilan keputusan maupun dalam memanggul tanggung jawab.

Selepas pertemuan G20 ini, sebagian kepala negara yang hadir melanjutkan pembicaraan mereka di forum APEC yang berlangsung di Yokohama, Jepang, akhir pekan ini.

Edith Koesoemawiria/rtr/DW

Editor: Hendra Pasuhuk

Laporan Pilihan

Iklan