Film Tentang Aceh dan Timor Dilarang di JIFFEST | Sosial | DW | 28.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Film Tentang Aceh dan Timor Dilarang di JIFFEST

Dengan alasan menjelekkan pemerintah, empat film dilarang ditayangkan dalam JIFFEST 2006.

Pasukan Indonesia diterjunkan di Aceh dalam operasi militer Mei 2003

Pasukan Indonesia diterjunkan di Aceh dalam operasi militer Mei 2003

Festival tersebut sedianya berlangsung dari tanggal 8 hingga 17 Desember mendatang. Lembaga Sensor Film LFS beralasan, tema tema film itu menjelek-jelekan pemerintah. Namun larangan itu ditentang panitia dan kritikus film karena dianggap berlebihan dan kontraproduktif dengan perkembangan film di Indonesia.

Tiga dari empat film yang dilarang diputar pada Jiffest kali ini adalah film tentang Timor Leste, yaitu Pasabe dari Singapura, Tales of Crocodile dari Belanda dan sebuah film animasi berjudul Timor Lorosae, buatan Portugal. Satu film lainya, yang juga dilarang adalah A Black Road karya wartawan Amerika William Neseen yang mengangkat tema kekerasan di Aceh. Anggota Lembaga Sensor Film LSF, Johan Darmadi, mengemukakan soal alasan pelarangan itu.

"Ada satu garis yang sangat prinsip.. kalau ada orang menjelekan kita silahkan, bukan urusan kita. Tapi jangan suruh kami mengesahkan… kalau mau gelap-gelapan silahkan saja kita gak ada keberatan sama sekali. Kalau kita mengesahkan kan berarti merestui. LSF itu gak punya urusan politik dan apa-apa, kecuali, tiga hal nurani, kebimbangan etika dan yang ketiga Indonesia itu negeri kita. Di Amerika sendiri film The Death of President aja gak diputar."

Bagi Manager Program Jiffest, Lalu Rois Amri, larangan pemutaran empat film itu sangat mengecewakan dan menunjukan watak pemerintah yang masih anti kritik. Terlebih karena menurut Lalu, dalam acara itu juga disediakan ruang diskusi untuk membahas film bersangkutan dengan mengundang pihak yang terkait termasuk Tentara Nasional Indonesia TNI.

Kekecewaan serupa dilontarkan pengamat film, Yusi Pareanom, karena dianggap berlebihan dan membodohi masyarakat. Yusi bahkan menyatakan, saat ini kebijakan sensor tidak akan efektif meredam animo masyarakat terhadap sebuah film, karena mereka bisa memutarnya di mana saja.

Jakarta Film Festival atau Jiffest adalah sebuah festival film internasional yang diselenggarakan rutin setiap tahun sejak 1999 di Indonesia. Sejumlah film karya sutradara besar Amerika seperti Oliver Stone, Michael Moore serta sutradara Ismael Ferroukhi dari Maroko pernah diputar dalam festival ini bersama karya sutradara independen lainnya. Selama ini, keberadaan film-film itu memberi inspirasi bagi perkembangan film di Indonesia.

  • Tanggal 28.11.2006
  • Penulis Zaki Amrullah
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPVr
  • Tanggal 28.11.2006
  • Penulis Zaki Amrullah
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CPVr