Fidel Castro Non Aktif | dunia | DW | 01.08.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Fidel Castro Non Aktif

Keputusan Presiden Kuba Fidel Castro untuk non aktif untuk beberapa minggu, mengindikasikan seriusnya gangguan kesehatan orang kuat ini.

Raul Castro untuk sementara mengambil alih urusan kepresidenan Kuba

Raul Castro untuk sementara mengambil alih urusan kepresidenan Kuba

Pernyataan penyerahan kekuasaan Fidel Castro kepada adiknya, Raul Castro, dibacakan asisten pribadinya Carlos Valenciaga, lewat tayangan radio dan televisi Kuba. Dalam pernyataan tersebut, Castro mengatakan kegiatan-kegiatan terakhirnya, termasuk kunjungan ke Argentina dan peringatan revolusi Kuba pekan lalu membuatnya bekerja siang malam tanpa henti, sehingga jatuh sakit.

Carlos Valenciaga: “Setelah hadir dalam pertemuan antar para pemimpin Amerika Latin di Cordoba, kunjungan ke tempat kelahiran Che Guevara, dan perayaan revolusi 26 Juli, kerja siang malam tanpa tidur cukup, sehingga mengalami stress dan kemudian pendarahan usus. Karena itu saya menjalani operasi yang rumit.”

Sang pemimpin sementara, Raul Castro, memang sudah sejak lama dipersiapkan menjadi pengganti sang pemuimpin besar. Raul juga akan menjadi panglima Perang dan Sekretaris I Komite Partai Komunis Kuba.

Kendati hanya untuk sementara, para pelarian politik Kuba di Miami, Amerika, girang menyambut perkembangan ini. Karena, inilah untuk pertama kalinya Fidel Castro mengalihkan kursi kekuasaan sejak ia jadi orang nomor satu tahun 1959.

Castro adalah satu dari sedikit pemimpin negara komunis ortodoks yang masih tersisa, selain Korea Utara. Tetapi sejauh mana perspektif harapan akan datangnya perubahan di negeri itu? Seorang pengamat Kuba, Raul Rivero mengatakan:

“Masa depan Kuba setelah Fidel, adalah pemunculan saudaranya, Raul, yang sebelumnya menteri pertahanan. Orang-orang berpikir ia lambat laun bisa membuat Kuba jadi negeri terbuka. Namun masalahnya sekarang adalah rezim ini didukung presiden Venezuela, Hugo Chavez, sehingga memiliki uang cukup untuk memperrtahankan kekuasaannya. Sementara untuk ekonomi, tak ada perkembangan. Hanya propaganda belaka.”

Jadi, harapan akan perubahan, masih jauh di awang-awang. Rivero menambahkan:

“Rakyat hanya ingin menjalankan hidup mereka sendiri dengan bebas, dan media yang bebas. Namun di Kuba tidak ada ruang bebas tidak ada harapan. Satu-satunya harapan sejati adalah kalau Fidel meninggal dunia, sehingga muncul tokoh lain yang bisa membuka Kuba, bagaimanapun caranya. “

Tetapi Fidel Castro sendiri dalam perayaan Revolusi Kuba menyatakan:

“Tetangga–tetangga saya di utara tidak harus khawatir. Saya tidak akan memegang jabatan hingga 100 tahun”

Fidel akan berusia 80 tahun pada 13 Agustus mendatang. Di tengah sakitnya, ia meminta agar perayaan ulang tahunnya ditunda hingga 2 Desember mendatang.

Sejak merebut kekuasaan dari diktator sayap kanan Fulgencia Batista di tahun 1959 ia menjadi salah satu tokoh paling menonjol di dunia. Terutama sesudah berhasil menggagalkan serangan Teluk Babi tahun 1960 yang didanai Amerika untuk menggulingkan kekuasaannya.

Iklan