FC Köln Berhentikan Proyek Akademi Sepak Bola dengan Cina | JERMAN: Berita dan laporan dari Berlin dan sekitarnya | DW | 20.12.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Sepak Bola

FC Köln Berhentikan Proyek Akademi Sepak Bola dengan Cina

Klub bola Bundesliga FC Köln memberhentikan proyek akademi sepak bola di Cina. Anggota senior FC Köln menyebutkan hak asasi manusia sangat tidak dihargai di Cina.

FC Köln sebenarnya berencana untuk mengelola sekolah sepak bola untuk para talenta muda di Shenyang, timur laut Cina dengan anggaran sebesar 1,8 juta Euro atau setara dengan 28 miliar rupiah. Namun rencana itu pun urung dilakukan.

Presiden Klub FC Köln Werner Wolf mengatakan "kita memutuskan untuk tidak melanjutkan proyek tersebut karena situasi industri olah raga saat ini". Selain dari itu evaluasi ulang mengenai "sumber daya dan prioritas lainnya" menjadi salah satu alasan di balik keputusan ini. "Bentuk kemungkinan kerjasama lainnya, seperti sponsor dari perusahaan Cina, belum diatur," tambahnya.

Meski demikian, Stefan Mueller-Römer, mantan presiden klub dan ketua dewan penggemar, mengatakan kepada surat kabar lokal Kölner Stadt-Anzeiger bahwa "kita tidak membutuhkan Cina dalam olahraga".

"Hak asasi manusia secara besar-besaran tidak dihargai di Cina," kata Mueller-Römer menuduh, mengatakan negara itu telah "membangun pengawasan total yang lebih buruk daripada yang bisa disampaikan penulis George Orwell".

Akademi ini merupakan bagian dari kesepakatan 2016 antara pemerintah Jerman dan Cina dan akan berlanjut hingga 2021, dengan fokus pada transfer pengetahuan antara kedua negara. "Cina ingin menyedot pengetahuan olahraga kami, seperti yang telah mereka lakukan dalam bisnis selama 20 tahun, karena beberapa pemimpin bisnis kami benar-benar naif," kata Mueller-Römer.

Hari Kamis (19/12), pemerintah Cina menyanggah komentar Mueller-Römer.

"Pernyataan yang dibuat oleh orang Jerman ini hanya omong kosong," kata Geng Shuang, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina.

Ketua Klub Wolf mengatakan komentar Mueller-Römer adalah "pendapat pribadi" yang tidak mencerminkan sikap tim, yang kota asalnya merupakan kota kembar dengan Beijing.

Keputusan Köln untuk membatalkan usaha Cina itu menyusul pernyataan pemain Arsenal asal Jerman, Mesut Özil yang mengecam keras tindakan keras Cina terhadap minoritas Muslim Uighur di wilayah barat Xinjiang. Beijing menghadapi kecaman internasional karena membangun kamp di Xinjiang, yang menurut para kritikus sebagai tempat dilakukannya sinofikasi Islam, demi mendukung Partai Komunis yang berkuasa, dan mengintegrasikannya dengan budaya Han, etnis mayoritas di Cina.

Özil, warga Jerman berlatar belakang Turki mencuitkan dalam bahasa Turki,  "Alquran dibakar... Masjid-masjid ditutup... Sekolah-sekolah muslim dilarang ... Cendekiawan religius dibunuh satu per satu... Saudara-saudara secara paksa dikirim ke kamp-kamp".

Televisi milik pemerintah Cina membatalkan rencana untuk menyiarkan pertandingan Arsenal hari Minggu lalu, dan diskusi tentang topik itu sekarang disensor di Cina. Sosok Özil bahkan telah dihapus dari game mobile populer versi Cina Pro Evolution Soccer (PES).

ha/ts (channel news asia/AFP/nh) 

Laporan Pilihan