Eropa Hentikan Perundingan Kredit Dengan Yunani | dunia | DW | 02.07.2015
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Eropa Hentikan Perundingan Kredit Dengan Yunani

Uni Eropa hentikan perundingan kredit dengan Yunani dan menunggu hasil referendum. PM Tsipras terus imbau rakyatnya tolak rancangan regenosiasi utang. Jika rakyat memilih "Tidak" Yunani praktis didepak dari zona Euro.

Mitra negara pengguna mata uang Euro menunda semua perundingan pengucuran kredit darurat baru kepada Yunani dan menunggu hasil referendum yang akan digelar Minggu (5/7). Ketua grup penggunan Euro, Jeroen Dijsselbloem mengungkapkan hal itu kepada wartawan setelah "teleconference" dengan para menteri keuangan 18 negara pengguna mata uang Euro.

Yunani sebelumnya meminta bantuan darurat sebesar 29 milyar Euro kepada mitranya di zona Euro lewat "dana talangan darurat Euro-ESM". "Kami tidak melihat adanya alasan untuk menggelar perundingan baru dengan Yunani", ujar Dijsselbloem ketua grup Euro asal Belanda itu.

Juga donor terpenting "Troika Eropa" yang terdiri dari Bank Sentral Eropa-ECB, Dana Moneter Internasional-IMF serta Komisi Uni Eropa menghentikan perundingan dengan pemerintah Athena di bawah PM Alexis Tsipras. Kanselir Jerman, Angela Merkel yang jadi salah satu aktor terpenting dalam solusi krisis utang Yunani, serta presiden Dewan Uni Eropa, Donald Tusk juga menegaskan hal senada dan menyatakan mereka menunggu hasil referendum.

Kampanye penolakan berlanjut

Sementara ini PM Yunani, Alexis Tsipras terus melancarkan kampanye lewat televisi yang mengimbau rakyatnya menolak rancangan regenosiasi utang yang diajukan Troika Eropa. Juga PM Yunani itu mengirim surat kepada Troika, yang isinya siap memenuhi sejumlah persyaratan terpenting dari donor Yunani itu. Namun semua pihak yang bersangkutan dengan krisis Yunani tidak menanggapi serius surat Tsipras itu.

Para petinggi Eropa juga sudah memperingatkan rakyat Yunani, jika mereke memilih "Tidak", berarti Yunani praktis akan didepak dari zona Euro. Namun menteri keuangan Yunani, Yanis Varoufakis justru menegaskan sebaliknya kepada pemilih di negaranya, jika mereka "menolak" rancangan renegosiasi utang dari Troika, posisi tawar menawar Yunani akan membaik. Varoufakis juga mengatakan, dalam referendum nanti, rakyat harus menolak, tapi juga harus memaksa tetap berada di zona Euro.

Walaupun negara itu praktis sudah bangkrut, bank-bank di Yunani, tetap mendapat kucuran dana segar dari Bank Sentral Eropa-ECB dalam kerangka dana talangan darurat-ELA. Kepada kantor berita Reuters sumber di ECB menjelaskan, batas maksimal kucuran dana darurat sejak Jumat (26/6) berjumlah 89 juta Euro. Yunani kini menjadi satu-satunya negara industri yang tidak mampu membayar cicilan utangnya kepada IMF.

as/ml(rtr,afp,dpa,ap)

Laporan Pilihan