Eropa dan Vatikan Protes Penjatuhan Hukuman Mati | dunia | DW | 22.09.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Eropa dan Vatikan Protes Penjatuhan Hukuman Mati

Pelaksanaan Hukuman Mati bagi Fabianus Tibo, Dominggus da Silva dan Marinus Riwu mengundang protes dari Eropa dan Vatikan. Proses Peradilan yang tidak Adil?

Hans-Gert Pöttering

Hans-Gert Pöttering

Vatikan menyuarakan rasa bela sungkawa atas kematian tiga warga Kristen di Indonesia. Setia pelaksanaan hukuman mati adalah pukulan telak bagi rasa kemanusiaan. Demikian pernyataan juru bicara Vatikan, Federico Lombardi dalam wawancara dengan stasiun radio Vatikan.

Sementara itu di Brussel, ketua fraksi Partai Konsevatif Kristen Demokrat, Hans-Gert Pöttering, menyebut pelaksanaan hukuman mati tersebut sebagai sesuatu yang memalukan bagi Indonesia. Pöttering juga menyesalkan, bahwa proses peradilan berjalan tidak adil dan tidak sesuai dengan standar internasional.

Menurut Pöttering, memang terdapat bukti yang menyebut bahwa ketiga warga Kristen telah menyerang secara sadis warga Muslim. Namun keputusan tersebut tidak diimbangi dengan hukuman yang setimpal bagi milisi Muslim yang juga melakukan pembantaian serupa. Hukuman mati sendiri dianggap sebagai hukuman yang tidak manusiawi dan oleh sebab itu harus dihapuskan.

Di Sulawesi Tengah, seorang pemimpin gereja mengundurkan diri sebagai protes terhadap hukuman mati bagi Tibo, da Silva dan Riwu. Pemimpin gereja tersebut, Rinaldy Damanik, menjelaskan, bahwa pengunduran dirinya ini telah ia janjikan kepada Tibo, da Silva dan Riwu.

Iklan