Erick Thohir Sebut Ahok Akan Jadi Komisaris Utama Pertamina | INDONESIA: Laporan topik-topik yang menjadi berita utama | DW | 22.11.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

BUMN

Erick Thohir Sebut Ahok Akan Jadi Komisaris Utama Pertamina

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Ahok akan menggantikan Tanri Abeng.

"Pak Basuki akan jadi Komisaris Utama di Pertamina," ujar Erick di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Jumat (22/11).

Nama Ahok belakangan santer dikabarkan menjadi petinggi di BUMN migas tersebut. Ahok juga sempat datang ke Kementerian BUMN dan bertemu langsung dengan Erick Thohir.

"Intinya kita bicara soal BUMN dan saya mau dilibatkan menjadi salah satu (petinggi) BUMN. Gitu aja. Jabatannya apa BUMN mana saya nggak tahu, mesti tanya ke Pak Menteri. Itu aja sih," ujar Ahok di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (13/11).

Harapan "bisa kerja maksimal"

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat sebagai partai politik yang menaungi Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok menyambut baik penunjukan kadernya itu sebagai Komisaris Utama PT Pertamina. Djarot berharap Ahok bisa memberikan yang terbaik. 

"Menyambut baik, dan mudah-mudahan Pak Ahok bisa memberikan yang terbaik, terutama memberikan masukan dan kontrol, supaya Pertamina menjadi perusahaan yang bagus dan bisa mewujudkan kedaulatan energi," kata Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat saat dihubungi, Jumat.

Baca juga: Menanti Gebrakan Ahok di BUMN

Djarot, yang juga pasangan Ahok saat memimpin DKI Jakarta, berharap sahabatnya itu bisa bekerja maksimal sebagai Komisaris Utama Pertamina. Ia berharap Ahok bisa memberi masukan terhadap kinerja perusahaan itu.

"Baguslah ya, ya saya berharap, berdoa supaya Pak Ahok bisa maksimal sebagai Komisaris Utama, terutama memberikan masukan dan evaluasi terhadap kinerja Pertamina," ujarnya.

"Tidak harus mundur"

Sementara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut Ahok tak harus mundur.

"Kalau posisinya adalah sebagai komisaris, berdasarkan ketentuan UU BUMN, maka Pak Ahok tidak masuk kategori sebagai pimpinan dewan, pimpinan partai. Dengan demikian, tidak harus mengundurkan diri berdasarkan ketentuan UU dan PDI Perjuangan mempunyai pengalaman dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan," kata Hasto di Depok, Jumat.

Hasto kemudian menceritakan pengalaman PDIP dalam mengelola negara selama masa pemerintahan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, pengelolaan negara saat itu berjalan baik. 

"BUMN ditujukan untuk mencapai tujuan negara karena itulah tidak boleh ada intervensi kepentingan politik praktis di dalam BUMN tersebut," tegas dia. (ae/vlz)

Baca selengkapnya di: Detik News

Sah! Erick Thohir Sebut Ahok akan Jadi Komut Pertamina

Ahok Jadi Komut Pertamina, Djarot: Semoga Bisa Berikan yang Terbaik

PDIP soal Ahok: Kalau Posisinya Komisaris BUMN Tak Perlu Mundur dari Partai