Empat Tahun Setelah Digulingkannya Saddam Hussein | Fokus | DW | 09.04.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Empat Tahun Setelah Digulingkannya Saddam Hussein

Hari digulingkannya Saddam Hussein selama ini menjadi hari peringatan di Irak. Minggu (08/04) pemerintah Irak memutuskan, hari itu kelak menjadi hari kerja biasa. Apakah akhir era Saddam Hussein bukan lagi alasan untuk bergembira bagi rakyat Irak?

Walaupun menteri penerangan Irak pada masa itu tidak mau percaya, panser-panser AS telah berada pada posisi di Bagdad. Tanggal 9 April 2003 ditunjukkan kepada warga Irak dan dunia, bahwa era baru sudah dimulai. Atau setidaknya, era yang lama sudah berakhir. Bersama dengan sekelompok kecil demonstran Irak buldoser militer AS merobohkan patung terbesar Saddam Hussein. Dan itu disiarkan secara langsung ke seluruh dunia.

Ternyata aksi itu tidak mudah dilaksanakan seperti dugaan. Patung Saddam Hussein berguling sangat lambat, dan hanya dengan menggunakan kekerasan patung itu roboh sepenuhnya ke tanah. Saat itu tidak ada yang mengira bahwa ini bisa dijadikan petunjuk perkembangan selanjutnya di Irak sampai saat ini.

Masalah Tambah Sulit

Empat tahun setelah perobohan patung Saddam Hussein yang simbolis itu, penyelesaian banyak masalah di Irak tidak tercapai, bahkan tambah sulit. Saddam Hussein memang sudah tidak ada lagi. Setelah dicari berbulan-bulan, akhirnya pada penghujung tahun 2003 ia berhasil ditemukan. Ia diajukan ke pengadilan dan kemudian dihukum mati tanggal 30 Desember 2006.

Tetapi ketenangan dan perdamaian tetap saja tidak kembali ke Irak. Negara itu kini bahkan seperti dalam situasi perang saudara, di mana kelompok-kelompok masyarakat dan agama saling berperang. Dan teroris serta kekuatan lain dari luar negeri juga ikut mempengaruhi situasi dengan mendukung pihak tertentu. Walaupun segala cara telah digunakan untuk menjadikan negara itu contoh negara berdemokrasi di wilayah Timur Tengah, bahayanya sangat besar, bahwa Irak dapat terpecah karena permusuhan ini.

Faktor Lain Yang Menyulitkan

Irak telah melaksanakan pemilu yang bebas. Juga telah mengumpulkan suara untuk konstitusi, jadi sudah memenuhi persyaratan untuk melanjutkan pembangunan dengan damai. Tetapi pemilu dan konstitusi saja tidak cukup. AS masih saja menduduki negara itu. Dan akhir pendudukan AS masih belum tampak, walaupun segala upaya telah dilancarkan terutama oleh Partai Demokrat di Washington. Menurut perkiraan terakhir, jika pengganti George W. Bush dari Partai Demokrat pun, ia tidak akan dapat menarik pasukan AS dari Irak.

Tidak bisa atau tidak mau? Jika pasukan AS ditarik dari Irak, dan keamanan tidak membaik, maka situasi di negara itu ibaratnya akan seperti di neraka. Jika tentara tidak ditarik, maka mereka akan tetap menjadi penyebab kerusuhan dan gangguan keamanan.

Upaya Yang Gagal

Beberapa pekan terakhir Washington berusaha mengatasi keadaan di Bagdad melalui apa yang disebut "serangan keamanan“ dan jumlah tentara yang lebih banyak. Tetapi situasi tidak membaik, bahkan jumlah tentara AS yang tewas meningkat, juga jumlah serangan. Orang yang bersedia mengadakan serangan bunuh diri tetap saja ada, dan serangan terus terjadi.

Sementara rakyat Iraklah yang paling menderita. Korban yang jatuh kebanyakan warga sipil. Yang tidak dapat melarikan diri ke luar negeri berusaha untuk bersembunyi. Tetapi keamanan tidak terjamin. Teror dan kekerasan tidak kenal aturan. Empat tahun setelah jatuhnya Saddam Hussein, hanya satu hal yang pasti: penggulingannya bukan penyelamatan, melainkan awal dari era paling mengerikan di Irak. (ml)

  • Tanggal 09.04.2007
  • Penulis Peter Philipp
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CItT
  • Tanggal 09.04.2007
  • Penulis Peter Philipp
  • Cetak Cetak halaman ini
  • Permalink https://p.dw.com/p/CItT