1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pilgub Jabar 2018: 4 Pasang Saling Pepet

26 Juni 2018

Intoleransi dan kerukunan beragama menjadi agenda besar pada Pilkada di Jawa Barat. Serupa di DKI Jakarta, agama kembali diusung sebagai faktor penentu kemenangan buat empat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur

https://p.dw.com/p/30Hbw
Indonesien Wahlen Parlamentswahlen Wählerin Finger
Foto: Reuters

Pilkada Jawa Barat 2018 mempertemukan 4 pasangan calon. Mereka adalah Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum di nomor urut 1, Tb Hasanuddin-Anton Charliyan di nomor urut 2, Sudrajat-Ahmad Syaikhu pada nomor urut 3, dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dengan nomor urut 4.

Debat perdana Pilkada Jawa Barat 2018 berlangsung pada 12 Maret 2018. Pada debat perdana itu para pasangan calon saling memaparkan visi-misi. Kemudian Deddy Mizwar mempertanyakan visi-misi Sudrajat.

"Ini menyangkut masalah visi misi. Visi agamis, aman, sejahtera untuk semua. Tapi saya tidak melihat visi tadi tergambar dalam misi. Terus emang Jabar enggak aman?" tanya Deddy Mizwar di acara debat Pilgub Jabar yang berlangsung di Gedung Sabuga, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Senin (12/3/2018) malam.

Menanggapi pertanyaan dari Deddy Mizwar, Sudrajat menyatakan fondasi utama dalam kehidupan adalah agama. Karena dia yakin dengan fondasi kuat dari sisi agama, Jabar bisa maju dan masyarakatnya sejahtera.

"Visi dan misi katakan tadi membuat Jabar maju sekaligus dasar ketakwaan setiap orang memuliakan agama masing-masing. Dari situ akan muncul kehendak Jabar yang rahmatan lil alamin," jawab Sudrajat.

Deddy merupakan Wagub Jabar untuk periode 2013-2018. Gubernur Jabar di periode tersebut adalah Ahmad Heryawan (Aher) yang merupakan elite PKS, partai pengusung Sudrajat-Syaikhu.

Selain itu pada debat perdana juga ada pertanyaan dari cawagub Anton Charliyan ke cawagub Uu tentang isu intoleransi di Tasikmalaya. Uu juga merupakan Bupati Tasikmalaya.

"Pengajian memang terjadi di Tasikmalaya. Tapi pembubaran tidak terjadi. Majelis ulama tidak mengizinkan kegiatan itu. Kami hanya mengikuti kata ulama, jadi kami tidak mengizinkan juga," kata Uu.

Berikut hasil survei Pilkada Jabar 2018 berdasarkan 3 lembaga yang terakhir merilis hasil survei:

Populi Center

Periode: 22-30 April 2018
Responden: 800 orang di 80 kelurahan/desa di 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat
Metode: wawancara tatap muka
Margin of error: 3,39%

Hasil:

  • Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum 41,8%
  • Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi 38,6%
  • Sudrajat-Ahmad Syaikhu 6,4%
  • TB Hasanuddin-Anton Charliyan 5,3%
  • Tidak tahu/tidak jawab 8%


Charta Politika

Periode: 23-29 Mei 2018
Responden: 1.200 orang
Metode: wawancara tatap muka dengan kuesioner terstruktur
Margin of error: -/+ 2,83%

Hasil:

  • Ridwan Kamil (Emil)-Uu Ruzhanul Ulum: 37,3%
  • Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi: 34,5%
  • Tb Hasanuddin-Anton Charliyan: 7,8%
  • Sudrajat-Ahmad Syaikhu: 7,6%
  • Tidak tahu/tidak jawab: 12,8%


Indo Barometer

Periode: 7-13 Juni 2018
Responden: 1.200 orang
Metode: multistage random sampling
Margin of error: +/- 2,83%

Hasil:

  • Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul: 36,9%
  • Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi: 30,1%
  • Sudrajat-Akhmad Syaikhu: 6,1%
  • Tb Hasanuddin-: 5,0%
  • Tidak jawab: 21,9%


Sumber: Detik.com