El Baradei Bertolak Ke Iran | Fokus | DW | 12.04.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

El Baradei Bertolak Ke Iran

El Baradei akan bertemu dengan jajaran pemimpin politik Iran, Kamis (13/4) besok, untuk membicarakan soal produksi uranium yang dapat dijadikan senjata.

Mampukah Baradei merubah sikap Iran mengenai program Atomnya?

Mampukah Baradei merubah sikap Iran mengenai program Atomnya?

Mohammad el Baradei punya satu keistimewaan, yaitu sangat sabar. Dan senjata ampuhnya adalah sikapnya yang sangat hati-hati. Kalau tidak, sudah lama ia melepaskan jabatannya sebagai pimpinan Badan Energi Atom Internasional IAEA. Sejak tiga tahun El Baradei memainkan peranan utama dalam sengketa mengenai program atom Iran. Dan ia masih memperhitungkan bahwa semua pihak yang berkepentingan, yaitu AS, Rusia, Cina dan Iran akan bersikap rasional. Dikatakannya:"Saya masih optimis, karena cepat atau lambat semua akan sampai pada kesimpulan, tidak ada jalan lain kecuali kembali ke meja perundingan."

Hal ini dikemukakannya di Wina, ketika situasi kembali meruncing dan diambil keputusan bahwa sengketa atom dengan Iran akan diserahkan ke Dewan Keamanan di New York.

Sedangkan tugas penting yang diemban Baradei dalam kunjungannya ke Iran adalah menggerakkan pemerintah di Teheran agar mau berubah sikap. El Baradei hendak menjelaskan kepada Iran, apa yang diharapkan dari negara itu. Kemudian ia harus membuat kembali sebuah laporan. Sampai tanggal 28 April Dewan Keamanan PBB harus tahu, apakah Teheran benar-benar menjalankan program untuk memproduksi hulu ledak nuklir. Tetapi saat ini tidak seorang pun yakin, bahwa El Baradei akan memperoleh hal-hal yang tidak diketahui sebelumnya.

Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad sekarang pun kembali meletakkan batu sandungan bagi El Baradei. Sehari sebelum keberangkatan pimpinan IAEA itu dari Wina, Ahmadinejad dalam pidatonya di televisi mengemukakan, tidak ada seeorang pun yang dapat memaksa Iran untuk meenghentikan program atomnya. Dan Iran dikatakannya juga sudah berhasil mengayakan uranium untuk kepentingan sipil. Iran kini adalah juga sebuah negara atom, kata presiden Iran, yang sekaligus mengulurkan tangan kepada Baradei sambil berjanji akan mengijinkan program atomnya diawasi oleh IAEA. Di Wina El Baradei tidak mau menanggapi hal itu. Ia mengutamakan diplomasi yang tenang, dan tidak memberikan komentar sebelum kunjungan itu dilaksanakan.