Dapat Gaji Bulanan Tanpa Kerja: Eksperimen Jerman Ingin Dobrak Anggapan Salah Kaprah | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 03.06.2021
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Jerman

Dapat Gaji Bulanan Tanpa Kerja: Eksperimen Jerman Ingin Dobrak Anggapan Salah Kaprah

Mulai 1 Juni, sekelompok orang terpilih di Jerman akan mulai menerima uang 1.200 euro per bulan tanpa persyaratan apa-apa. Eksperimen ini sedang menguji kelayakan sistem "pendapatan dasar" tanpa syarat.

Foto ilustrasi uang euro

Foto ilustrasi uang euro

Para penggagas proyek "Pendapatan Dasar" beranggapan, setiap penduduk seharusnya memiliki pendapatan dasar setiap bulan, yang bisa menjamin kehidupan yang layak, tanpa tergantung apakah dia mempunyai pekerjaan atau tidak.

Studi yang dimulai 1 Juni di Jerman itu adalah tahap pertama dari tiga tahapan yang disebut sebagai Proyek Percontohan Pendapatan Dasar, atau dalam bahasa Jermannya: Grundeinkommen. Pada eksperimen tahap pertama, 122 peserta akan mendapat uang 1.200 euro per bulan untuk jangka waktu tiga tahun. Uang itu diberikan tanpa persyaratan.

Peserta dijaring lewat pengundian acak dan tidak harus membuktikan bahwa mereka perlu bantuan finansial. Selama proyek berjalan, mereka juga boleh bekerja sebanyak atau sesedikit yang mereka mau, atau sama sekali tidak bekerja.

"Mereka tidak perlu melakukan apa pun untuk mendapat itu, kecuali mengisi tujuh kuesioner online selama tiga tahun itu," demikian disebutkan dalam deskripsi eksperimen Grundeinkommen yang disebar lewat internet.

Peneliti sosial Susann Fiedler (kiri) dan peneliti ekonomi Jürgen Schupp (kanan) memperkenalkan proyek Grundeinkommen di Berlin

Peneliti sosial Susann Fiedler (kiri) dan peneliti ekonomi Jürgen Schupp (kanan) memperkenalkan proyek Grundeinkommen di Berlin

Minat ikut eksperimen sangat besar

Minat untuk ambil bagian dalam eksperimen ini sangat besar. Ketika proses pendaftaran dimulai Agustus tahun lalu, lebih dari 1,5 juta orang mendaftarkan diri hanya dalam minggu pertama.

Penyelenggara pertama-tama memilih secara acak 1.500 peserta calon peserta. Dari jumlah tersebut, 122 orang kemudian dipilih secara acak untuk menerima tunjangan bulanan.

Peserta lain akan berfungsi sebagai kelompok kontrol dalam eksperimen ini. Mereka tidak mendapat tunjangan bulanan, melainkan hanya akan mendapat kompensasi untuk mengisi kuesioner. Pada akhir eksperimen, peneliti akan membandingkan situasi kedua kelompok.

122 peserta proyek Grundeinkommen sampai akhir eksperimen masing-masing akan menerima dana seluruhnya 43.200 euro. Dana total yang diperlukan sekitar 5,2 juta euro. Dana itu didapat dari sekitar 150.000 donor yang mendukung gagasan dan proyek ini.

Yayasan yang melaksanakan proyek ini adalah Mein Grundeinkommen (Penghasilan Dasar Saya). Para penggagasnya yakin bahwa pemberian pendapatan dasar tanpa syarat bagi semua penduduk akan menyelesaikan banyak masalah saat ini. Asumsinya adalah, orang-orang akan menjadi lebih kreatif dan merasa lebih bebas dan lebih bahagia jika mereka tidak terus-menerus menghadapi tekanan untuk mencari nafkah hanya untuk bertahan hidup.

Para penggagas proyek Grundeinkommen berfoto di depan logo proyek

Para penggagas proyek "Grundeinkommen" berfoto di depan logo proyek di Berlin

Tunjangan bulanan tanpa syarat, tidak realistis?

"Kami akan menganalisis, apa yang dilakukan seseorang selama periode keamanan material yang terjamin," kata kepala proyek Jürgen Schupp dari Institut Penelitian Ekonomi Jerman (DIW) kepada DW.

Pertanyaannya: Apakah orang akan menghabiskan semua uangnya, atau mereka akan menabung jumlah tertentu? Apakah mereka akan berhenti bekerja sama sekali, atau bekerja lebih sedikit? Apakah mereka akan menyumbangkan uang kepada orang lain?

Perdebatan tentang pendapatan dasar tanpa syarat telah berlangsung selama bertahun-tahun, dan sering ditandai oleh bias ideologis. Para penentangnya mengatakan gagasan ini hanya datang dari para pemimpi, yang ingin bermalas-malasan saja dengan mengorbankan kemajuan masyarakat.

Sebaliknya, para pendukungnya memandang pendapatan dasar justru akan memecahkan banyak masalah yang dihadapi saat ini dan di masa depan. Soal pendidikan, perawatan anggota keluarga yang sudah lanjut usia, atau membantu tetangga akan mendapatkan status sosial yang lebih tinggi. Model ini juga bisa mengatasi kelangkaan lapangan kerja, ketika digitalisasi dan otomatisasi berlangsung makin cepat dan luas.

Jürgen Schupp mengatakan, pendapatan dasar justru bisa membangkitkan inovasi dan kewirausahaan. "Mungkin penerima penghasilan dasar seperti itu akan lebih berani mengambil keputusan untuk berwiraswasta, atau mencoba karir lain.”

(hp/gtp)

Laporan Pilihan