DW Freedom Speech Award 2020 Bagi Para Pengecek Fakta Melawan Infodemi Saat Wabah COVID-19 | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 03.05.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Penghargaan

DW Freedom Speech Award 2020 Bagi Para Pengecek Fakta Melawan Infodemi Saat Wabah COVID-19

Direktur Jenderal DW: ‘Penghargaan Freedom of Speech 2020 didedikasikan bagi para jurnalis pemberani di seluruh dunia yang mengalami represi akibat pemberitaan mereka tentang pandemi ini.’ 

“Kami menghormati semua kolega kami yang dengan paksa telah dicegah melakukan tugas mereka di tengah situasi sulit ini,” ujar Direktur Jenderal DW Peter Limbourg di Berlin, Jerman. “DW menuntut segera dibebaskannya para jurnalis di seluruh dunia yang telah ditahan akibat pemberitaan mereka terkait krisis COVID-19.” 

Sejak 2015, DW memberikan penghargaan Freedom of Speech Award setiap tahunnya kepada individu maupun inisiatif yang telah menunjukkan komitmen luar biasa terhadap hak-hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi di media. 

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia yang juga mantan Presiden Chile, Michelle Bachelet, menjadipembicara kehormatan untuk tahun ini. “Saat ini, lebih daripada yang sebelumnya, kita butuh informasi mengalir, dan orang memiliki akses terhadapnya,” ujar Bachelet dalam sebuah pesan video. “Pihak pemerintah butuh informasi untuk mengambil keputusan akurat yang merespon kenyataan di lapangan. Masyarakat umum – kita semua – butuh informasi penuh dan akurat tentang pandemi ini, dan perlu dilibatkan dalam tiap keputusan yang dibuat atas nama kita. Berpartisipasi dalam keputusan-keputusan tersebut dapat meningkatkan pengertian publik atas kebijakan yang diambil, dan dengan demikian, meningkatkan kepatuhan terhadapnya.” 

Bachelet menambahkan: “Adalah mengejutkan, bahwa dalam konteks ini, para jurnalis telah diserang, diancam, dituduh atas kejahatan palsu dan bahkan dihilangkan karena pemberitaan mereka terkait pandemi ini. Ini semua adalah serangan terhadap kebebasan media, dan serangan terhadap hak-hak publik untuk mendapatkan informasi.” 

Represi terhadap wartawan

Salah satu reaksi dari banyak pemerintah di seluruh dunia terhadap pandemi COVID-19 adalah berupa pelanggaran terhadap hak asasi manusia, khususnya kebebasan berekspresi dan kebebasan media. Para politisi memanipulasi data, menyembunyikan fakta-fakta dan melakukan serangan personal terhadap para jurnalis. Para jurnalis yang ditahan tetap berada dalam penjara meski virus telah menyebar. 

Menurut sejumlah organisasi internasional seperti Jurnalis Tanpa Batas (RSF), IPI, CPJ, banyak para wartawan yang hilang, ditahan atau diancam dalam beberapa bulan belakangan akibat melaporkan krisis corona. Laporan terkait insiden ini datang dari negara-negara yang daftarnya kian panjang, termasuk Cina, Iran, dan beberapa negara di Afrika dan Amerika selatan. 

DW menghargai para jurnalis ini atas keteguhan mereka dalam membela kebebasan media di tengah ancaman yang datang dari pemerintah dan pihak keamanan. 

Berikut nama-nama para pemenang penghargaan DW Freedom Speech Award 2020:

Blaž Zgaga (Slovenia) 
Ana Lalic (Serbia)
Elena Milashina (Rusia)
Sergej Sazuk (Belarusia)
Mohammad Mosaed (Iran)
Fares Sayegh (Yordania)
İsmet Çiğit (Turki)
Nurcan Baysal (Turki) 
Siddharth Varadarajan (India)
Chen Qiushi (Cina)
Li Zehua (Cina) 
Fang Bin (Cina)
Sovann Rithy (Kamboja) 
Maria Victoria Beltran (Filipina)
Beatific Gumbwanda (Zimbabwe) 
David Musisi Karyankolo (Uganda) 
Darvinson Rojas (Venezuela)

Komisaris Tinggi PBB Bachelet mengatakan: “Saya di sini untuk menyampaikan penghormatan atas keberanian para jurnalis yang, meski mendapat serangan sedemikian rupa, bersuara lantang dan terus menginvestigasi dan melaporkan dengan kritis tanpa rasa takut. Saya memberikan penghormatan atas keberanian mereka yang telah dihilangkan, ditahan dan diancam karena pekerjaan mereka. Organisasi saya dan PBB akan terus membela hak-hak mereka.” 

“Pada saat-saat darurat kesehatan global seperti ini, jurnalisme memegang fungsi penting dan setiap jurnalis memikul tanggung jawab yang besar. Warga tiap negara mana pun berhak memiliki akses terhadap informasi yang berdasarkan fakta dan temuan-temuan kritis,” ujar Limbourg. “Sensor dalam bentuk apa pun dapat menimbulkan korban dan usaha apa pun untuk mengkriminalisasikan laporan terkait situasi saat ini jelas-jelas melanggar kebebasan berekspresi.” 

Penerima penghargaan DW sebelumnya 

Sejauh ini, para penerima Penghargaan DW Freedom of Speech yaitu bloger Raif Badawi (2015), yang masih tetap dipenjara di Arab Saudi; Sedat Ergin (2016), mantan pemimpin redaksi harian Turki Hürriyet; Asosiasi Koresponden Gedung Putih di Amerika Serikat (2017); ilmuwan politik asal Iran Sadegh Zibakalam (2018); dan Anabel Hérnandez (2019) jurnalis investigasi asal Meksiko yang juga adalah seorang penulis. 

Upacara pemberian Penghargaan Freedom of Speech biasanya menjadi salah satu acara inti dari Deutsche Welle Global Media Forum yang diselenggarakan di Bonn, Jerman. Namun tahun ini, konferensi tahunan ini dibatalkan karena wabah COVID-19. (ae/vlz)

Laporan Pilihan