DW Berkabung | Fokus | DW | 20.10.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

DW Berkabung

Dua minggu setelah kematian dua reporternya, suasana berkabung masih terasa di DW.

Pengheningan cipta karyawan DW 9 Oktober lalu

Pengheningan cipta karyawan DW 9 Oktober lalu

Malam Sabtu 7 Oktober 2006 Karen Fischer dan Christian Struwe tewas di utara Afghanistan. Motif dan pelakunya masih tetap tidak jelas. Hari ini, 20 Oktober, mereka akan dikebumikan dan sejumlah rekan DW akan ikut menghadirinya. Sebelumnya, banyak rekan sudah menuliskan rasa duka mereka pada buku pernyataan belasungkawa yang disediakan.

"Karen dan Christian yang baik, hanya sedikit orang yang ibaratnya seperti bintang bergerak pada orbitnya. Tak ada angin yang menggoyahkan mereka. Mereka sendiri sudah punya jalur yang pasti. Kalau airmata ini sudah kering, bahagia rasanya pernah kenal dengan kalian."

Demikian kata-kata Alexander Freund dari siaran bahasa Jerman DW-Radio. Salah satu dari sejumlah pernyataan duka bagi kedua rekan yang dibunuh di Afghanistan, Karen Fischer dan Christian Struwe. Karen Fischer terutama bekerja bagi siaran bahasa Jerman. Sampai sekarang rekan-rekan kerjanya sulit menerima kejadian itu. Kehilangan yang menyakitkan ini terus dibarengi pertanyaan pahit; 'mengapa?'. Esther Broders, juga dari siaran bahasa Jerman adalah salah seorang sahabat Karen Fischer menulis:

"Hai Karen, dalam pesan sms mu yang terakhir, kamu berterima kasih karena saya meneleponmu, dan kamu senang, di Jerman ada yang ingat padamu. Kamu kembali mengatakan, saya tidak perlu mengkhawatirkan dirimu. Pertemuan kita yang terakhir adalah saat saya mengantar kalian ke airport. Kamu nampak bahagia sekali dapat pergi ke Afghanistan lagi. Wajahmu yang ceria itulah yang akan selalu saya ingat."

Apa yang diucapkan atau ditulis sejumlah besar rekan di DW, semuanya kata-kata yang sangat pribadi dan mengharukan. Karen Fischer dan Christian Struwe dikenal dan disukai, baik mengenai pekerjaan maupun pribadi mereka. Juga oleh rekan-rekan yang tidak berhubungan setiap hari dengan mereka.


Setelah terdapat berita mengenai peristiwa pembunuhan terhadap kedua karyawan lepas itu, direktur jendral DW, Erik Bettermann, langsung menyampaikan penghargaan atas peranan keduanya bagi pembangunan kembali sistem media di Afghanistan. Banyak kontribusi mereka bagi negara itu.

Christian Struwe berperan dalam membina redaksi berita internasional pada televisi Afghanistan. Karen Fischer membuat berbagai laporan untuk siaran radio DW, seperti mengenai pemilihan parlemen di Afghanistan. Keduanya merupakan reporter luar negeri yang berpengalaman dan sudah berulang kali mengunjungi Afghanistan secara pribadi maupun untuk urusan dinas.

Dukacita juga dirasakan oleh program bahasa-bahasa lainnya dari DW-Radio, DW-World, DW-TV dan DW-Akademie. Banyak rekan di dalam dan di luar DW menghargai Karen Fischer dan Christian Struwe yang dalam reportase mereka selalu memperhatikan kehidupan sehari-hari dan nasib orang banyak, apakah itu di Kaukasus atau dalam perang di Libanon baru-baru ini.

Tetapi yang paling dicintai oleh keduanya adalah Afghanistan. Ratbil Shamel, editor pada program Afghanistan radio DW sering bekerja bersama keduanya, termasuk di Afghanistan sendiri. Dikatakannya:

"Karen dan Christian, saya masih ingat, betapa kita memimpikan sebuah kedai minum teh di Bamyan. Di Kabul malam-malam terasa panjang dan membuat kita berkhayal. Sekarang saya tak bisa berkata apa-apa dan sulit menerima, bahwa negeri yang kalian cintai, merampas semua impian. Saya malu dan sangat sedih. Sedih karena kehilangan dua teman istimewa. Mungkin tidak penting lagi, tapi perlu diketahui, banyak orang di Kunduz, Bamyan, Kabul dan Herat menyampaikan belasungkawa mereka. Saya tak akan melupakan kalian."

Hari ini, 20 Oktober 2006, keduanya dimakamkan di Leonberg dekat Stuttgart.