1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
Banyak warga Afganistan kabur dari rezim Taliban dengan pergi ke Pakistan
Banyak warga Afganistan kabur dari rezim Taliban dengan pergi ke PakistanFoto: Saeed Ali Achakzai/REUTERS

Dubes Jerman Apresiasi Bantuan Pakistan untuk Afganistan

20 September 2021

Dubes Jerman untuk Pakistan Bernhard Schlagheck yakin bahwa Pakistan akan mendukung terwujudnya perdamaian di Afganistan. Ia juga berterima kasih kepada Islamabad karena membantu Jerman mengevakuasi warga Afganistan.

https://www.dw.com/id/duta-besar-jerman-apresiasi-bantuan-pakistan-untuk-afganistan/a-59235216

Duta Besar Jerman untuk Pakistan, Bernhard Schlagheck, mengatakan pada hari Sabtu (18/09) bahwa dia yakin tentang peran konstruktif yang akan dimainkan Pakistan dalam mendukung perdamaian dan kemakmuran negara tetangga Afganistan.

Schlagheck mengatakan Jerman mengapresiasi keterlibatan Pakistan dalam "Perundingan Doha," yang membahas pembicaraan damai antara Taliban dan pemerintah Afganistan sebelumnya. Dia juga mengatakan pemerintah Pakistan sangat membantu upaya Jerman untuk mengevakuasi warga Jerman dan Afganistan melalui perbatasan daratnya.

Dalam sebuah wawancara untuk Radio Pakistan, menurut media lokal Urdupoint, duta besar Jerman ini mengakui bahwa Pakistan memiliki pemahaman sejati bahwa perdamaian dan stabilitas di Afganistan sangat penting untuk kepentingan negara tersebut.

Dia mengatakan bahwa pembahasan tentang Afganistan menjadi fokus utama dalam kunjungan Menteri Luar Negeri Heiko Maas ke Pakistan bulan lalu, demikian lapor Urdupoint.

Situasi di Afganistan fluktuatif

Maas dalam kunjungan tersebut bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, Menteri Luar Negeri Shah Mahmood Qureshi, dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Qamar Javed Bajwa. Kunjungannya adalah bagian dari lawatan ke negara-negara tetangga Afganistan, menyusul pengambilalihan Taliban atas negara itu dan kepergian pasukan asing di sana.

Schlagheck mengatakan Taliban dan krisis kemanusiaan di negara itu adalah kenyataan, tetapi situasi ke depan di negara itu masih berubah-ubah.

Jerman, sebagai mitra yang bertanggung jawab dalam komunitas internasional, bersedia untuk terlibat dengan Afganistan. Namun, Schlagheck menambahkan bahwa Berlin dan dunia akan memantau perlakuan Taliban terhadap perempuan dan kaum minoritas, serta janji pemerintahan yang inklusif.

Dalam konferensi donor di Jenewa pekan lalu, Jerman menjanjikan bantuan dana sebesar €100 juta (Rp1,7 triliun). Schlagheck dalam wawancaranya tersebut mengatakan bahwa pemerintah Jerman sedang mempertimbangkan untuk memberikan tambahan €500 juta (Rp8,5 triliun).

Taliban mencari bantuan Jerman

Seorang juru bicara Taliban di kota Kunduz di Afganistan utara meminta masyarakat internasional untuk meningkatkan kiriman bantuannya, menekankan bahwa Taliban bukanlah teroris.

Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita dpa Jerman, juru bicara provinsi Matiullah Ruhani mengatakan bahwa Taliban menyambut baik bantuan dalam bentuk investasi apa pun, proyek rekonstruksi "atau segala jenis dukungan kemanusiaan untuk pemerintah atau warga Afganistan."

Ruhani mengatakan dia mengimbau "seluruh komunitas internasional, termasuk Jerman." Dia mengkritik masyarakat internasional karena telah mendukung apa yang dia sebut sebagai "pemerintah yang korup" di Afganistan selama 20 tahun terakhir dan kemudian menangguhkan bantuan ke negara itu.

Namun, mengenai isu kebijakan kontroversial Taliban terhadap perempuan, Ruhani tidak berkomentar, tetapi hanya mengatakan bahwa Taliban menghargai semua warga negara, baik perempuan maupun laki-laki.

rap/hp (AP, dpa)