Dunia Virtual Second Life | Sosial | DW | 02.03.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Dunia Virtual Second Life

Second Life atau yang oleh para pengguna atau usernya kerap disebut SL adalah nama permainan computer yang belakangan ini semakin digemari.

Lara Croft, salah satu tokoh dalam permainan internet

Lara Croft, salah satu tokoh dalam permainan internet

Second Life adalah simulasi internet tiga dimensi yang memberi kesempatan bagi user atau penggunanya menciptakan kehidupan baru secara virtual sesuai imajinasi masing-masing. Seperti yang bisa dibaca jika mengklik halaman utama website www.secondlife.com Second Life Your World Your Imagination.

Dapat Memulai Hidup Baru dengan Mudah

Gambar figur dan latar belakang virtual di halaman utama situs Second Life yang berbahasa Inggris selalu berganti. Figur-figur perempuan seperti Lara Croft dalam kisah Tomb Rider, cukup mengundang minat untuk memasuki dunia unik ini. Tidak heran jika sejak diluncurkan empat tahun lalu, sudah sekitar 4 juta user atau pengguna Second Life. Dalam dua bulan terakhir saja, pendaftar barunya hampir 1,5 juta. Siapa pun bisa langsung memasuki kehidupan virtual segera setelah menyelesaikan formalitas pendaftaran yang cuma-cuma. Dan bagi para penghuni baru SL atau Second Life cukup banyak tawaran bantuan lewat berbagai program belajar, yang terutama lewat Help Radio.

“Di sini Michael Linden yang akan memberi bantuan teknik selama permainan.”

Dan Anda masih akan berkenalan dengan anggota keluarga Linden lainnya. Philipp, Cathrin dan masih banyak lagi, secara virtual tentu saja. Karena Second Life adalah permainan komputer virtual yang dikembangkan perusahaan Linden Lab. Sebuah perusahaan yang berpusat di San Fransisco di Amerika Serikat.

Menjadi Orang Lain

Para pendatang dan penghuni baru kehidupan virtual ini mula-mula harus mempelajari berbagai hal. Tidak hanya bagaimana gerakan figur-figur dalam Second Life, tapi terutama bagaimana mereka mengubah tampilannya. Mungkin ada yang ingin tampil dalam figur yang langsing, sportif, cantik dan sexy. Atau tampil sebagai jago kungfu dengan rambut kribo? Tidak hanya terbatas pada bentuk fisik, tapi juga kehidupan yang hanya muncul dalam mimpi, dapat menjadi kenyataan dalam dunia virtual. Di Second Life setiap orang dapat membeli atau membangun rumah, dapat menduduki posisi pekerjaan yang diidamkan. Kesempatan mewujudkan kehidupan impian secara virtual. Inilah daya tarik yang unik dari Second Life, seperti dikatakan psikolog sosial Winfried Kaminski.

“Saya pikir, tampil sebagai tokoh lain adalah hal yang paling berperan besar dalam semuan permainan digital ini. Permainan dengan dirinya sendiri, mencoba berperan sebagai tokoh lain, saya ingin menjadi orang lain, hal yang merupakan kebutuhan mendasar, dimana kepuasan untuk memenuhi kebutuhan ini lewat media tradisional seperti radio dan televisi hanya terbatas.”

Tanpa Uang, Tidak Berjalan

Namun Second Life tidak hanya meliputi kebebasan tanpa batas dan kemungkinan melakukan semua hal yang diinginkan. Para penghuni Second Life juga cepat menyadari bahwa tanpa uang tidak ada yang berfungsi, seperti halnya dalam kehidupan nyata. Dalam kehidupan virtual Second Life terdapat pula toko dan jasa pelayanan. Dan semua ini harus dibayar. Perusahaan Linden Lab sendiri tentu saja ingin memperoleh uang, meskipun hal ini terdengar sangat halus di Help-Radio

“Di sini Cathrin Linden lagi, menginformasikan Anda mengenai iuran premium dan iuran dasar.”

Walaupun begitu, bagi Anda yang hanya ingin mencoba Second Life tidak dipungut bayaran. Tapi anggota yang membayar iuran akan mendapat sejumlah fasilitas khusus. Dan iuran dasar sebesar 10 dollar per bulan cukup untuk sedikit menghibur diri.

Ajang Berkenalan

Para penghuni Second Life gemar bercakap-cakap diketahui Help Radio dan menjelaskan bagaimana cara nimbrung dalam Chat. Dan bukan hal yang sulit. Ke manapun orang bisa berjalan pasti akan ada orang yang menyapa. Menurut pandangan konsultan pasangan Michael Mary, internet pada umumnya berperan semakin besar untuk menemukan teman bahkan pasangan hidup.

“Saya katakan, cara mencari kenalan secara tradisional semakin terbatas. Secara umum hubungan sosial dalam masyarakat semakin renggang. Dan lewat internet tentu saja kesempatan yang mudah untuk melakukan kontak.”

Suasana yang selalu menyenangkan adalah pada acara pesta. Di Music House selalu terdapat pesta siang dan malam. Di mana orang juga dapat berdansa. Meskipun demikian langkah dan gerakan dasar figur virtual tampak sangat kaku. Tapi sejumlah pasangan penghuni dapat berdansa dengan luwes. Tampaknya orang harus mengunjungi sekolah dansa sebelum dapat ikut berdansa. Dan berapa Linden Dollar biaya kursus dansa?

Hanya Bisnis?

Jika berpikir lebih jauh, Second Life ini benar-benar surga kebebasan atau teror konsumsi dalam bentuk baru? Apakah semua yang ada di Second Life hanya menyangkut bisnis? Siapa yang ingin benar-benar punya rumah di Second Life, misalnya dapat membeli tanah, membangun rumah yang indah yang harganya pada kehidupan nyata tidak terjangkau. Walaupun memang tanah yang dibeli dimiliki secara virtual, tapi uang yang dikeluarkan benar-benar nyata. Sebab untuk punya Linden Dollar, Anda harus membeli dari Linden Lab dengan uang lewat kartu kredit. Untuk 1 Dollar Amerika Serikat Anda akan mendapat sekitar 270 Linden Dollar. Tapi nilai tukar ini bisa berubah, sesuai permintaan dan penawaran. Tentang hal ini psikolog sosial Winfried Kaminski berpendapat:

“Jika permainan ini sekaligus menyangkut dimensi pasar dan melibatkan permainan uang, akan juga terdapat uang dan kuasa uang. Dari sisi tersebut saya cenderung ragu, apakah motto siapa yang punya uang punya kuasa tidak berlaku di sini. Peribahasa kuno itu tampaknya tidak terlalu keliru.”

Uang yang didapat di Second Life, Linden Dollar, bisa Anda tukar kembali ke Dollar Amerika Serikat di Linden Lab. Untuk mendapat Linden Dollar Anda juga bisa bekerja di para pemberi kerja atau menjual jasa di dunia virtual Second Life.

Cukup dimengerti jika Second Life menjadi sarana untuk mencari uang. Apalagi bagi pihak Linden Lab. Karena untuk menjamin kehidupan dunia virtual ini dan penghuni barunya cepat merasa betah dan nyaman, semua itu ada harganya.