Dunia Sambut Pemilu di Afghanistan | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 21.08.2009
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Dunia

Dunia Sambut Pemilu di Afghanistan

Beberapa jam setelah TPS di Afghanistan ditutup, pujian mengalir dari berbagai penjuru dunia.

Petugas di sebuah TPS Afghanistan menghitung kertas suara

Petugas di sebuah TPS Afghanistan menghitung kertas suara

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) menyambut baik pelaksanaan pemilihan presiden dan parlemen provinsi serta memuji partisipasi rakyat Afghanistan. Pernyataan pers yang dikeluarkan DK Kamis malam (20/08) juga mengutuk semua aktivitas kekerasan dan teroris Taliban, Al Qaeda dan kelompok militan lainnya yang bertujuan mendestabilisasi negara itu.

Sumber di pemerintahan Afghanistan menyebutkan, lebih dari 50 orang, separuh diantaranya militan Taliban, tewas dalam sekitar 130 serangan di berbagai wilayah negeri itu pada pemilu hari Kamis (20/08).

DK PBB mengatakan siap bekerjasama dengan pemimpin Afghanistan yang baru terpilih serta akan mendukung ia dan pemerintahannya.

Sebelumnya, Sekjen PBB Ban Ki-moon menyampaikan selamat kepada rakyat Afghanistan, perempuan dan laki-laki, yang memberikan suara mereka walaupun banyak ancaman keamanan. Dengan menjalankan hak konstitusional untuk memilih, rakyat Afghanistan mendemonstrasikan hasrat akan stabilitas dan pembangunan di negara mereka, kata Ban.

Sekertaris Jendral Pakta Pertahanan Atlantik Utara NATO Anders Fogh Rasmussen juga menyatakan rasa puas. "Kita tahu sebelumnya bahwa musuh-musuh Afghanistan akan berupaya menghalangi jalan menuju pemilu dengan serangakaian serangan teror. Itu tidak mengejutkan. Tetapi, dari segi keamanan, situasi jauh lebih baik dari apa yang kita perkirakan“, kata Rasmussen.

Rasmussen menambahkan, bahwa hal yang peling penting adalah, pemilu yang berlangsung Kamis kemarin (20/08), akan dianggap kredibel oleh rakyat Afghanistan sendiri.

Pujian juga datang dari Gedung Putih. Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyebut pemilu sukses walaupun militan Taliban berupaya mengacaukannya. Sukses luar biasa bagi demokrasi, puji Perdana Menteri Kanada Stephen Harper.

Utusan khusus Uni Eropa untuk Afghanistan, Ettore Sequi, mengatakan, pemilu menandai hari yang baik bagi negeri yang dikoyak-koyak perang itu. Juga merupakan bukti bahwa rakyat Afghanistan menghormati jalannya pemilu dan ingin ikut menentukan siapa yang kelak memimpin mereka.

Sejumlah negara Uni Eropa ikut memberi selamat. Spanyol menyatakan gembira terhadap cara pemilu dilaksanakan dan menggambarkannya sebagai ekspresi keinginan dan kematangan rakyat Afganistan.

Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband memuji angkatan bersenjata Afghanistan dan pasukan internasional yang mengupayakan keamanan pada hari pelaksanaan pemilu.

Senada dengan itu, Wakil PBB di Afghanistan, Kai Eide, mengatakan, "Saya harus menyampaikan penghargaan yang amat dalam bagi semua pihak yang mengorganisir dan mengamankan pemilu. Juga penghargaan bagi para pemilih yang mendatangi TPS dan menunjukkan, mereka menginginkan pemilu ini dan ingin proses demokratisasi berlanjut.“

Hasil pemilu diharapkan dapat diumumkan pertengahan September. Banyak pihak memperkirakan akan terjadi pemilu putaran kedua, yang direncanakan Oktober mendatang.

RP/HP/afp/dpa/rtr

Laporan Pilihan