Dunia Kutuk Israel | Fokus | DW | 09.11.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Dunia Kutuk Israel

Puluhan ribu rakyat Palestina menghadiri pemakaman para korban yang tewas akibat serangan Israel ke Beit Hanun, jalur Gaza.

Warga Palestina di depan kolam darah warga Beit Hanoun.

Warga Palestina di depan kolam darah warga Beit Hanoun.

Keluarga korban meledak dalam jerit tangis, sementara para milisi meluapkan kemarahan kepada Israel dengan menembakan peluru ke udara sambil menyerukan takbir dan menyerukan pembalasan.

Serangan roket artileri Israel yang menghebohkan itu terjadi Rabu dini hari, menghantam sejumlah rumah milik penduduk sipil, menewaskan 18 warga Palestina. Tujuh di antaranya adalah anak.anak dan tujuh lainnya adalah perempuan. Bahkan lima belas korban tewas berasal dari satu keluarga. Sang ibu dari 15 korban tewas itu meratap:

"Dengan mata kepala sendiri saya melihat tubuh seluruh 15 anak saya bergelimpangan tak bernyawa."

Sebagian militan garis keras Palestina menyerukan pembalasan, bahkan terhadap kepentingan-kepentingan Amerika, sebagai hukuman atas dukungan tanpa syarat Amerika terhadap Israel. Memang, pemerintah Amerika Serikat tidak mengeluarkan kecaman keras terhadap Israel. Padahal seluruh dunia mengutuk insiden berdarah itu. Misalnya Komisioner urusan luar negeri Uni Eropa, Benita Ferrero Waldner:

"Pembunuhan atas begitu banyak warga sipil, sebagian di antaranya anak-anak, sungguh merupakan kejadian yang mengguncangkan. Israel memiliki hak untuk membela diri, tetapi bukan dengan mengorbankan jiwa rakyat tak bersalah."

Sementara itu, juru bicara Hamas, Khaled Meshal dengan sengit mengatakan,

"Orang-orang Israel itu datang cuma untuk membunuh, menambah korban, dan terus melancarkan pembantaian untuk melampiaskan kebencian terhadap kami, bangsa Palestina."

Di New York, Dewan Keamanan PBB menyelenggarakan sidang darurat untuk membahas kejadian itu. Sementara dari Strassbourg, ketua Majelis Parlemen Dewan Eropa, Rene van der Linden dalam wawancara dengan radio ini mengatakan:

"Sungguh tak tak bisa diterima bahwa rakyat sipil tak berdosa menjadi sasaran. Anak, anak dan perempuan terbunuh sia-sia oleh serangan tentara Israel. Ini akan memperparah konflik. Pemerintah Israel berkewajiban untuk menghentikan tindakan-tindakan militer seperti ini, dan dengan sungguh-sungguh memastikan bahwa rakyat sipil tak boleh dikorbankan dengan alasan apapun."

Sementara itu Perdana Menteri Israel Ehud Olmert menyebut bahwa kejadian tragis itu merupakan kesalahan teknis yang sangat disesalkan. Namun ini ditanggapi dengan sinis oleh seorang kolumnis Israel, Sima Kadmon, dalam tulisannya di harian Israel, Yediot Aharonot. Ia menyebut, itu bukan merupakan kekeliruan semata. Melainkan suatu malapetaka. Suatu kekeliruan adalah jika menginjak kaki orang lain, bukan ketika membunuh belasan orang dari suatu keluarga. Sima Kadmon bahkan dengan tandas menyebut, peristiwa seperti itu merupakan kegilaan yang tak boleh terulang lagi.

Kemarahan juga melanda warga sipil Israel. Seperti seorang perempuan Yahudi di Tel Aviv, yang mengatakan:

"Ini mengerikan. Saya sangat malu sebagai warga israel. Dengan ukuran apapun, ini jelas merupakan suatu tindakan kejahatan".