Dua Sandera Jerman di Irak Dibebaskan | Fokus | DW | 03.05.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Dua Sandera Jerman di Irak Dibebaskan

Setelah disandera selama 99 hari oleh sekelompok orang bersenjata di Irak, akhirnya dua warga Jerman dibebaskan Selasa (2/5) kemarin.

Rene Bräunlich dan Thomas Nitzschke, rekaman video yang dikirim para penculik.

Rene Bräunlich dan Thomas Nitzschke, rekaman video yang dikirim para penculik.

Kedua sandera itu selamat tanpa terluka dan sementara ini masih berada di bawah pengamanan di Irak. Demikian dikatakan Menlu Jerman Steimeier hari Selasa (2/5), yang sedang melakukan kunjungan ke Chile. Dalam kesempatan ini Steinmeier menyampaikan terima kasih kepada Staf Khusus Kementerian Luar Negeri Jerman Untuk Keadaan Darurat, Kedutaan Jerman di Irak, Dinas Intelijen serta Kantor Penerangan Jerman, atas segala upaya membebaskan kedua sandera. Hari Rabu (3/5) ini juga Rene Bräunlich dan Thomas Nitzschke dipulangkan ke tanah air mereka.

Kanselir Jerman Angela Merkel juga menyatakan rasa syukurnya atas dibebaskannya kedua warga Jerman itu dan berterima kasih atas usaha semua pihak yang melakukan kontak untuk membebaskan Bräunlich dan Nitzschke. Tidak luput dari rasa terima kasih Merkel, adalah warga Leipzig yang selalu berdoa agar para sandera segera dibebaskan.

Kedua insinyur tersebut Bräunlich yang berumur 32 tahun dan Nitzschke, 28 tahun, oleh perusahaan mereka dikirim ke Irak. Di sana mereka ditugaskan untuk membangun sebuah instalasi di pengilangan minyak, yang rencananya akan diserahkan pada warga Irak. Namun, pada tanggal 24 Januari lalu di kota Beidschi, yang terletak di wilayah utara Irak, kedua insinyur asal kota Leipzig itu diculik oleh sekelompok orang bersenjata. Para penculik menuntut ditariknya semua warga Jerman dari Irak dan berbagai tuntutan politis lainnya bagi dibebaskannya Bräunlich dan Nitzschke. Para penculik berulang kali menyampaikan tuntutannya lewat rekaman Video.