Dua Mantan Direktur Enron Dinyatakan Bersalah | dunia | DW | 27.05.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Dua Mantan Direktur Enron Dinyatakan Bersalah

„Kejadian ini seharusnya menjadi peringatan bagi pimpinan perusahaan lainnya. Oleh karena itu, janganlah melanggar hukum, menipu para investor, dan membohongi pasar – kalau tidak, masa depan kalian ada di penjara“.

Skilling dan Lay diadili di Houston

Skilling dan Lay diadili di Houston

Demikian dikatakan profesor hukum dari Universitas St. John, Anthony Sabino, di New York Jumat kemarin. Jonathan Halpern dari kantor pengacara Winston & Strawn menilai keputusan bersalah yang dijatuhkan juri terhadap dua mantan pimpinan perusahaan energi Enron Jeffrey Skilling dan Kenneth Lay sangatlah berat. Vonis yang diputuskan juri yang beranggotakan 12 orang itu akan sangat menentukan keputusan pengadilan lainnya di masa mendatang.

Dalam proses pembuatan keputusan dalam kasus kebankrutan perusahaan energi Enron - salah satu perusahaan raksasa di Amerika Serikat - kedua mantan bosnya itu terbukti bersalah dalam setiap tuntutan. Kini, Jeffrey Skilling dan Kenneth Lay hanya bisa pasrah menerima keputusan pengadilan, dan sisa hidup mereka bakal dijalani di penjara. Mereka diancam dengan hukuman penjara sampai 185 tahun. Namun, mengenai masa hukumannya, baru akan ditentukan oleh hakim Simeon Lake bulan September mendatang. Pengacara yang mewakili Skilling dan Lay mengatakan akan naik banding. Sementara itu, masing-masing dengan membayar uang jaminan sebesar lima juta Dollar kedua terdakwa masih dapat menghirup udara segar.

Sejumlah korban kasus kebankrutan perusahaan enegri Enron, yang menunggu di depan ruangan pengadilan, menyambut gembira keputusan pengadilan. Seorang karyawannya yang bekerja di bagian pengembangan pembangkit tenaga listrik bersorak-sorai, „„Saya bahagia. Akhirnya keadilan menang. Houston akan berpesta.“ Akibat kebankrutan perusahaan energi Enron di 2001 sedikitnya 4.000 karyawan kehilangan pekerjaan. Kebankrutan itu konon terjadi karena banyaknya catatan hutang Enron yang disembunyikan. Milyaran Dollar dari kas pensiunan karyawan dengan sekonyong-konyong hilang begitu saja.

„Terima kasih juri. Ini merupakan hari baik bagi keadilan“, kata seorang investor Don Chandler. Ia mengatakan, „saya kehilangan 11.000 Dollar. Akan tetapi, itu tidak sebanding dengan karyawan yang kehilangan pekerjaannya.“

Kasus kebankrutan perusahaan Enron dan skandal keuangan lainnya menyebabkan dibuatnya sebuah peraturan baru yang dinamakan hukum Sarbanes-Oxley. Peraturan ini dengan ketat mengatur agar perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa saham menyediakan laporan tahunan tentang efektivitas pengawasan keuangan internalnya. „Hari ini keadilan yang menang“, demikian dikatakan seorang petinggi Partai Republik Michael Oxley berseru yang memberi nama kepada hukum itu. Micahel Oxley menambahkan, bahwa keputusan juri akan mengakhiri sejarah hitam perseroan terbatas Amerika Serikat. Sementara itu pemerintahan Amerika Serikat juga menunjukkan kepuasaannya atas keputusan bersalah yang ditetapkan juri. Korupsi di tingkat pimpinan tidak boleh terjadi.

Selain karena banyaknya jumlah karyawan yang tiba-tiba kehilangan pekerjaannya, berita tentang kebankrutan perusahaan energi raksasa Enron Corporation menghebohkan. Perusahaan merupakan penyumbang utama kampanye presiden Bush.

Iklan