Dikecam, Rencana Bush Kirim Pasukan Tambahan | Fokus | DW | 19.12.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Dikecam, Rencana Bush Kirim Pasukan Tambahan

Robert Gates dilantik sebagai Menteri Pertahanan AS yang baru. Ia harus menghadapi kecaman atas gagasan mengirim pasukan tambahan ke Irak.

Schoomaker dan calon tentara baru AS

Schoomaker dan calon tentara baru AS

Bekas Panglima Militer dan Menteri Luar Negeri Amerika, Colin Powell, turut angkat suara mengecam rencana pemerintah Bush untuk meningkatkan jumlah pasukan di Bagdad. Bekas pembantu penting Presiden George Bush. Dalam sebuah wawancara televisi hari ini, Colin Powell mengatakan:

"Dibutuhkan kejelasan tentang misi apa yang akan diemban oleh pasukan tambahan itu. Apakah untuk mengamankan Bagdad? Tapi jumlah pasukan Amerika Serikat itu tidak akan cukup juga untuk mengamankan Bagdad. Dan kita tidak boleh membebankan tugas kepolisian kepada tentara."

Colin Powell mempertanyakan keputusan pemerintah Bush untuk meningkatkan jumlah pasukan Amerika di irak dengan tambahan sertidaknya 20 ribu prajurit, dari jumlah sekarang 140 ribu serdadu. Bahkan sebuah sumber militer Amerika menyebut, sebuah brigade tempur Amerika segera dikirim ke Kuwait, untuk diseberangkan ke Irak sewaktu-waktu. Padahal sebelumnya Komisi Irak dengan tegas menyarankan agar Bush melakukan penarikan mundur tentara Amerika Serikat sebelum tahun 2008.

Penambahan pasukan juga bertentangan dengan pandangan panglima pasukan Amerika di Irak, Jenderal John Abizaid. Beberapa waktu lalu, Abizaid mengatakan:

"Tidak, saya tidak percaya, bahwa peningkatan jumlah tentara Amerika merupakan solusi bagi masalah Irak sekarang ini".

Penentangan bahkan muncul secara eksplisit dari Panglima Angkatan Bersenjata Amerika, Peter Schoomaker, kendati ia lebih mengungkapkan urusan teknis. Katanya:

"Pada saat ini, tentara tak mampu menyangga kebutuhan pasukan dalam melancarkan perang global melawan teror, sekaligus menjalankan operasional lain. Karenanya seluruh komponen, termasuk pasukan cadangan, harus dilibatkan secara aktif."

Ia bahkan mengatakan, jika dipaksakan juga, tentara reguler Amerika bisa kacau balau.

Di pihak lain, sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat yang beroposisi di luar dugaan memberikan dukungan terhadap Bush. Namun dengan syarat, pengiriman pasukan tambahan itu bersifat sementara. Masalahnya, pejabat pemerintah Bush menyiratkan, lama misi tambahan itu tidak dimaksudkan untuk masa tugas beberapa bulan saja. Namun akan berbilang tahun.