Di Jerman, Pengemudi yang Menggunakan Ganja Tidak Lagi Kehilangan SIM Secara Otomatis | JERMAN: Berita dan laporan dari Berlin dan sekitarnya | DW | 12.04.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Jerman

Di Jerman, Pengemudi yang Menggunakan Ganja Tidak Lagi Kehilangan SIM Secara Otomatis

Pengemudi di Jerman yang ketahuan mengemudi di bawah pengaruh ganja atau mariyuana tidak akan lagi kehilangan surat izin mengemudinya secara otomatis.

Pengemudi mobil di Jerman yang pertama kali tertangkap melakukan pelanggaran karena mengendara di bawah pengaruh ganja tidak akan lagi dicabut SIM-nya secara otomatis. Demikian keputusan pengadilan federal di Leipzig, Selasa (09/04).

Sebagai gantinya, pengemudi yang melakukan pelanggaran tersebut harus menjalani evaluasi kesehatan terlebih dahulu apakah ia dalam kondisi yang mampu mengemudi dengan baik atau tidak.

Berdasarkan undang-undang yang ada saat ini, SIM dapat langsung dicabut jika pengemudi tidak dapat mengemudi dengan baik karena konsumsi alkohol, ganja, atau obat-obatan lainnya. Sehubungan dengan ganja, undang-undang berlaku bagi pengemudi yang tertangkap dengan satu nanogram per milimeter tetrahydrocannabinol (THC) - unsur utama psikoaktif ganja - dalam aliran darah mereka.

Tahun 2015, sekelompok ilmuwan mengusulkan batas tiga nanogram per milimeter, dengan alasan bahwa seseorang masih dapat memiliki THC dalam darah, beberapa hari setelah mengonsumsi ganja.

Namun, Pengadilan Administratif Federal Leipzig memutuskan bahwa batasan yang ketat harus tetap sama.

vlz/ts (AFP, epd)

Laporan Pilihan