1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Di Hari Raya Idulfitri, Perang Iran–Israel Kian Meluas

Ayu Purwaningsih AP; Reuters
20 Maret 2026

Iran mengancam akan menargetkan tempat-tempat rekreasi dan destinasi wisata di seluruh dunia serta menegaskan bahwa mereka masih terus memproduksi rudal. Trump kecam NATO sebegai pengecut.

https://p.dw.com/p/5AnzL
Warga Teheran berbelanja perlengkapan perayaan Nowruz - Teheran, Iran, 18 Maret 2026
Meski Teheran kerap digempur serangan Israel, warga tetap keluar ke jalanan untuk membeli perlengkapan perayaan Nowruz Foto: Morteza Nikoubazl/NurPhoto/picture alliance

Sikap menantang pada hari Jumat (20/03) ini muncul hampir tiga minggu setelah serangan Amerika Serikat–Israel yang telah menewaskan sejumlah besar pemimpin senior Teheran serta menghantam industri senjata dan energinya. Sementara itu, Amerika Serikat mengerahkan tiga kapal perang tambahan dan sekitar 2.500 marinir ke Timur Tengah, ujar seorang pejabat AS kepada Associated Press.

Iran menembakkan serangan ke Israel dan fasilitas energi di negara-negara tetangga di Teluk saat banyak negara di kawasan itu merayakan Idul Fitri. Warga Iran juga sedang merayakan Tahun Baru Persia yang dikenal sebagai Nowruz, sebuah hari raya yang biasanya penuh kegembiraan. Namun tahun ini berlangsung lebih tenang.

Dengan minimnya informasi yang keluar dari Iran, belum jelas seberapa besar kerusakan yang dialami fasilitas senjata, nuklir, atau energinya sejak perang dimulai pada 28 Februari, atau bahkan siapa yang benar-benar mengendalikan negara tersebut. Namun Iran menunjukkan bahwa mereka masih mampu melakukan serangan yang mengusik pasokan minyak dan mengguncang ekonomi global, sehingga mendorong kenaikan harga pangan dan bahan bakar jauh di luar kawasan Timur Tengah.

Amerika Serikat dan Israel memberikan alasan yang berubah-ubah untuk perang ini, mulai dari harapan memicu pemberontakan yang menggulingkan kepemimpinan Iran hingga menghancurkan program nuklir dan misilnya. Namun hingga kini tidak ada tanda-tanda pemberontakan tersebut dan tidak ada akhir yang terlihat dari perang ini. Demikian dikutip dari AP.

Yerusalem 2026
Petugas layanan darurat memeriksa kerusakan di Kota Tua Yerusalem setelah Iran meluncurkan rudal ke arah Yerusalem, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, 20 Maret 2026.Foto: Ammar Awad/REUTERS

Iran mengancam situs wisata di seluruh dunia

Juru bicara militer tertinggi Iran pada hari Jumat (20/03) memperingatkan bahwa "taman, area rekreasi, dan destinasi wisata” di seluruh dunia tidak akan aman bagi musuh-musuh Teheran. Ancaman dari petinggi militer Iran Jenderal Abolfazl Shekarchi ini kembali memunculkan kekhawatiran bahwa Iran dapat kembali menggunakan serangan militan di luar Timur Tengah sebagai taktik tekanan.

Seorang pejabat AS mengonfirmasi peningkatan kekuatan militer Amerika di kawasan tersebut, dengan mengatakan bahwa USS Boxer dan dua kapal serbu amfibi lainnya telah dikerahkan bersama sekitar 2.500 marinir. Dua pejabat AS lainnya juga mengonfirmasi pengerahan kapal tersebut, tanpa menyebutkan tujuan pastinya. Ketiga pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim untuk membahas operasi militer sensitif.

Pemimpin AS dan Israel mengatakan bahwa serangan selama berminggu-minggu telah melumpuhkan militer Iran. Serangan udara juga telah menewaskan pemimpin tertinggi, kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, serta sejumlah besar pemimpin militer dan politik tingkat tinggi.

Militer Israel mengatakan pada hari Jumat (20/03) bahwa Kepala intelijen Basij, Esmail Ahmadi, dan pasukan keamanan dalam negeri, tewas dalam serangan yang terjadi awal pekan ini yang juga menghantam pemimpin Basij lainnya.

Pada hari Kamis (19/03), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa angkatan laut Iran telah dihancurkan, angkatan udaranya hancur, dan kemampuan produksi rudal balistiknya telah dilumpuhkan. Namun pada hari Jumat (20/03), Garda Revolusi Iran membantah klaim mengenai rudal tersebut. "Kami memproduksi rudal bahkan dalam kondisi perang, dan tidak ada masalah dalam penyimpanan,” kata juru bicara Jenderal Ali Mohammad Naeini seperti dikutip media pemerintah Iran, IRAN newspaper. Tak lama setelah pernyataan itu dirilis, televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa Naeini tewas dalam serangan udara.

Pemimpin tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, juga mengeluarkan pernyataan langka yang mengatakan bahwa musuh-musuh Iran harus kehilangan "keamanan” mereka. Ia belum pernah terlihat di publik sejak menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara Israel pada hari pertama perang.

Cek Fakta: Video Hujan Rudal Iran ke Israel

Kilang minyak Kuwait diserang dan ledakan mengguncang Dubai

Iran meningkatkan serangan terhadap fasilitas energi di negara-negara Teluk Arab setelah Israel membom ladang gas alam lepas pantai South Pars milik Iran dalam beberapa hari sebelumnya.

Dua gelombang drone Iran menyerang kilang minyak Kuwait pada Jumat pagi, memicu kebakaran. Kilang Mina Al-Ahmadi, yang dapat memproses sekitar 730.000 barel minyak per hari, merupakan salah satu yang terbesar di Timur Tengah. Kilang tersebut juga telah mengalami kerusakan pada serangan sebelumnya.

Bahrain melaporkan kebakaran setelah pecahan proyektil yang dicegat jatuh ke sebuah gudang, dan Arab Saudi mengatakan telah menembak jatuh beberapa drone yang menargetkan wilayah timur yang kaya minyak. Ledakan besar juga mengguncang Dubai saat sistem pertahanan udara mencegat serangan yang masuk ke kota tersebut, di mana banyak orang sedang merayakan Idul Fitri.

Di Iran, banyak warga juga merayakan Nowruz meski Israel melaporkan serangan baru dan ledakan terdengar di atas Teheran. Tahun Baru Persia ini, yang bertepatan dengan ekuinoks musim semi, adalah tradisi yang telah berusia ribuan tahun di Asia Barat Daya.

Ledakan keras juga terdengar di Yerusalem setelah militer Israel memperingatkan adanya rudal Iran yang masuk. Tim penyelamat mengatakan dua orang berusia sekitar 70 tahun mengalami luka ringan. Selain terus menyerang Iran, Israel juga rutin menyerang Lebanon, menargetkan milisi Hizbullah yang didukung Iran.

Pada hari Jumat (20/03), Israel memperluas serangannya ke Suriah, dengan mengatakan telah menghantam infrastruktur sebagai respons terhadap serangan terhadap komunitas Druze. Media pemerintah Suriah, SANA, belum mengonfirmasi serangan tersebut.

Lebih dari 1.300 orang telah tewas di Iran selama perang berlangsung. Serangan Israel di Lebanon telah membuat lebih dari 1 juta orang mengungsi, menurut pemerintah Lebanon, dengan lebih dari 1.000 orang tewas. Israel menyebut telah menewaskan lebih dari 500 anggota Hizbullah.

Di Israel, 15 orang tewas akibat serangan rudal Iran. Empat orang juga tewas di Tepi Barat yang diduduki akibat serangan rudal Iran. Setidaknya 13 anggota militer AS juga dilaporkan tewas.

Perang meningkatkan risiko ekonomi global

Serangan Iran terhadap infrastruktur energi di Teluk, ditambah gangguan jalur pelayaran di Selat Hormuz — jalur strategis tempat seperlima minyak dunia melewati — menimbulkan kekhawatiran krisis energi global.

Presiden AS Donald Trump melontarkan hinaan baru kepada sekutu NATO yang menolak seruannya untuk membantu mengamankan selat tersebut. Sekutu AS menyatakan mereka tidak dilibatkan sebelum perang dimulai. Trump menyebut anggota NATO sebagai "pengecut” dan mengatakan "NATO adalah macan ompong”.

Harga minyak Brent, standar internasional, melonjak selama konflik dan berada di sekitar 108 dolar per barel pada Jumat (20/03), naik dari sekitar 70 dolar sebelum perang dimulai.

Kenaikan harga bahan bakar terjadi saat banyak negara sudah kesulitan menurunkan harga pangan dan barang konsumsi. Asia terkena dampak besar karena sebagian besar minyak dan gas dari Selat Hormuz dikirim ke wilayah tersebut.

Dampak kenaikan harga ini menyebar ke seluruh ekonomi dunia. Bahan baku penting seperti helium untuk pembuatan chip komputer dan sulfur untuk pupuk juga terganggu, sehingga berpotensi menyebabkan kenaikan harga di seluruh rantai pasokan.

Trump Peringatkan Israel, Jangan Serang South Pars, Iran

Iran puji sekutu regional

Sementara itu Komandan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Esmail Qaani, memuji sekutu-sekutu regional Teheran dalam "poros perlawanan” yang disebutnya telah berjuang melawan Amerika Serikat dan Israel dalam konflik yang sedang berlangsung, demikian dilaporkan media Iran pada hari Jumat (20/03). Demikian dilasir dari Reuters.

Qaani menyampaikan pernyataan tersebut dalam pernyataan pertamanya sejak Israel menewaskan Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari di awal kampanye militer Amerika Serikat–Israel terhadap Iran.

*Editor: Yuniman Farid