Demonstran di Hong Kong ′Terbelah′ Bak Laut Merah Demi Ambulans | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 17.06.2019
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

Hong Kong

Demonstran di Hong Kong 'Terbelah' Bak Laut Merah Demi Ambulans

Lautan massa yang berdemonstrasi di Hong Kong membukakan jalan untuk ambulans. Adegan itu pun menjadi viral dan menuai pujian di media sosial sebagai demonstrasi 'paling beradab'.

'Seperti Nabi Musa yang membelah Laut Merah,' demikian media Daily Mail asal Inggris menuliskan saat sekitar dua juta demonstran di Hong Kong memberi jalan kepada ambulans yang lewat di tengah kerumunan massa hari Minggu (16/06)

Suasana itu diabadikan jurnalis Mok Yan Chun dari EyePress dan ramai beredar di Facebook dan Twitter. Salah satu yang menjadi viral di media sosial adalah video yang diunggah Elaine Yu. Jurnalis AFP di Hong Kong itu bahkan mengibaratkan saat ambulans melewati massa seperti 'membelah' Laut Merah.

Padahal saat demonstrasi yang menuntut mundur pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, banyak jalan utama yang tertutup, salah satunya Harcourt Road dekat pusat pemerintahan, Central Government Complex.

Anggota parlemen Hong Kong, Raymond Chan mengunggah video serupa di Causeway Bay. Dari video yang diunggah lewat akun @ray_slowbeat, terlihat para demonstran dengan sabar memberi kesempatan ambulans untuk lewat sebelum kembali melanjutkan protes.

Baca juga: Opini: Cina Ingin "Satu Negara Dua Sistem" Hanya Ada di Atas Kertas

Menuai pujian

Aksi demonstran antipemerintah di Hong Kong saat membuka jalan untuk ambulans itu menuai pujian di media sosial, seperti yang disebut Jeffie Lam sebagai adegan terbaik hari itu.

Muhammad Lila juga turut terpukau. Di tengah upaya mereka untukmemprotes Rancangan Undang Undang (RUU) ekstradiksi, jutaan demonstran tetap bisa kompak untuk memberi jalan bagi tim medis yang ingin menyelamatkan salah satu pasien yang pingsan.

Tak sedikit yang menyebut sikap para pemrotes sebagai hal yang beradab, seperti Dave Crawford yang bahkan membandingkan aksi di Hong Kong ini dengan demonstrasi di Inggris, yang justru memblokir jalan ketika tim medis hendak lewat.

Unjuk rasa gelombang kedua di Hong Kong digelar setelah pemimpin Hong Kong, Carrie Lam mengumumkan penangguan pembahasan RUU yang akan mengizinkan ekstradisi ke Cina daratan.

Tonton video 03:45

Menjual Kesunyian, Komoditas Yang Mahal di Hongkong

ts/ae (dailymail.co.uk, Detik News)

Laporan Pilihan

Audio dan Video Terkait