Demokrat Rebut Mayoritas di Dewan Perwakilan, Republik Pertahankan Senat | dunia | DW | 07.11.2018
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Pemilu Sela AS

Demokrat Rebut Mayoritas di Dewan Perwakilan, Republik Pertahankan Senat

Kongres AS akan terpecah dengan dewan perwakilan rakyat dikuasai demokrat dan senat dikuasai Republik. Hasil ini sebelumnya sudah diprediksi berbagai jajak pendapat.

Hasil pemilu sela di Amerika Serikat hari Selasa (6/11) sesuai dengan hasil berbagai jajak sebelum pemungutan suara. Kubu oposisi Demokrat berhasil merebut mayoritas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sedangkan kubu Republik tetap menguasai Senat.

Keberhasilan kubu Demokrat menguasai DPR AS yang sebelumnya dikuasai Republik akan menyulitkan Presiden Donald Trump menjalankan agenda-agenda politiknya.

Infografik US Midterms Senat 2018 ID

Hasil perhitungan awal di Senat

"Kami akan memiliki akuntabilitas dan kami akan berusaha untuk bersikap bipartisan," kata pemimpin Demokrat di DPR AS, Nancy Pelosi dalam pidato kemenangan kepada para pendukung. "Kita semua sudah cukup mengalami perpecahan," tambahnya.

Dengan menguasai DPR, Demokrat dapat membuka penyelidikan terhadap presiden dan kebijakan-kebijakannya. Situasi ini berpotensi meluncurkan pertarungan baru menuju pemilihan presiden tahun 2020.

Infografik US Midterms House ID

Hasil perhitungan awal di DPR AS

Trump merayakan "keberhasilan"

Presiden Donald Trump menjelang pemilu sela melakukan kampanye habis-habisan dengan puluhan reli, namun kubu Republik gagal mempertahankan mayoritasnya di DPR. Sekalipun data-data ekonomi membaik dan tingkat pengangguran mencapai titik terendah, Trump justru mengangkat isu imigran ilegal.

Namun dengan mempertahankan mayoritas di Senat,kubu Republik sedikitnya berhasil meredam keberhasilan Demokrat. Presiden Trump merayakan keberhasilan itu sebagai kemenangan besar.

"Keberhasilan yang luar biasa malam ini. Terima kasih kepada semua!" tulis Trump lewat Twitter.

Dengan mayoritas di Senat, kubu Republik mempertahankan dominasi untuk mengisi jabatan-jabatan penting, termasuk nominasi hakim ke pengadilan federal.

Warga pedesaan tetap dukung Republik

Untuk pertama kalinya sejak 2011, Demokrat akan mengambil alih kendali di DPR AS. Pemilu sela kali ini memperebutkan semua 435 kursi di DPR dan sepertiga dari 100 kursi di Senat. Bersamaan dengan itu dilangsungkan juga pemilihan gubernur di banyak negara bagian.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah AS, seorang politisi yang secara terbuka menyatakan dirinya homoseksual memenangkan pemilihan gubernur. Jared Polis dari kubu Demokrat akan menjadi gubernur baru di Colorado.

Ilhan Omar (picture-alliance/abaca/Minneapolis Star Tribune/M. Vancleave)

Ilhan Omar, anggota Partai Demokrat dari Michigan, menjadi perempuan muslim pertama yang terpilih sebagai anggota DPR AS, bersama Rashida Tlaib dari Michigan

Partai Demokrat menurunkan banyak kandidat perempuan yang progresif dan berhasil merebut banyak suara di perkotaan, namun gagal memobilisasi dukungan di kawasan pertanian dan pedesaan.

Yang patut dicermati dalam pemilu sela kali ini adalah, kandidat perempuan yang terutama berhasil memenangkan mandat. Ada lebih dari 70 perempuan yang berhasil merebut kursi DPR, dan banyak yang mencalonkan diri untuk pertama kalinya. Menurut jajak pendapat terakhir, kebanyakan kaum perempuan memberi suara kepada Demokrat.

Salah satu tokoh perempuan progresif demokrat yang menonjol adalah  Alexandria Ocasio-Cortez dari New York City. Dengan usia 29 tahun, dia menjadi anggota termuda dalam sejarah Kongres AS.

hp/as (afp, rtr, dpa)

Laporan Pilihan

Iklan