Demokrat Akhirnya Setujui Anggaran Perang Irak | dunia | DW | 25.05.2007
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Demokrat Akhirnya Setujui Anggaran Perang Irak

Sejak awal sebenarnya sudah jelas: kubu Demokrat yang punya mayoritas di senat dan di dewan perwakilan akan meloloskan UU Anggaran Perang Irak.

Pasukan AS di Irak

Pasukan AS di Irak

Anggota parlemen dari kubu Demokrat, Jim Moran menerangkan:

„Para pimpinan demokrat akan meloloskan undang-undang ini, karena mereka tidak akan membiarkan para serdadu tanpa perlindungan di medan pertempuran.“

Memang kubu Demokrat tidak mau dituduh bahwa mereka tidak mempedulikan para serdadu Amerika Serikat, juga dalam masalah pembiayaan. Itulah sebabnya para penentang perang Irak, seperti misalnya John Murtha dan Senator Carl Levin akhirnya menyetujui anggaran perang Irak.

Tapi yang jadi sorotan dalam pemungutan suara di kongres adalah sikap kedua politisi Demokrat yang sedang bertarung dalam nominasi kandidat presiden untuk pemilu 2009, yaitu Senator Hillary Clinton dan Barack Obama. Apakah mereka akan memberi suara tidak setuju dan menolak anggaran tambahan untuk operasi militer di Irak yang juga ditolak oleh sebagian besar pemilih dari kubu Demokrat? Atau mereka akhirnya akan memberi suara setuju untuk menghindari kecaman dari gedung Putih dan dari kubu Republik?

Pada pemungutan suara, baik Hillary Clinton maupun Barack Obama memberi suara tidak setuju. Mereka menolak anggaran tambahan untuk operasi militer di Irak dan di Afghanistan. Pada hari pemungutan suara keduanya tidak memberi pernyataan terlalu banyak kepada pers, sekalipun mereka dikenal sebagai politisi yang senang tampil ke publik dalam hampir setiap kesempatan. Ketika diburu wartawan, Hillary tidak mau menjawab soal sikapnya terhadap anggaran perang, dan mengalihkan topik ke soal undang-undang imigrasi yang baru. Setelah pemungutan suara Hillary mengatakan kepada stasiun siaran CNN, ia lama berpikir bagaimana memberikan suaranya, tapi sehubungan dengan perang Irak, ia berpegang pada keputusannya: cukup adalah cukup.

Anggota Demokrat memang banyak yang menentang undang-undang anggaran perang Irak. Mereka menuntut adanya batas waktu yang jelas tentang kepulangan tentara Amerika Serikat. Bahkan anggota kongres David Obey, yang ikut menyusun draft undang-undang itu, memberi suara tidak setuju.

„Saya benci kesepakatan ini, walaupun saya sendiri yang melakukan negosiasinya. Tapi saya pikir, Gedung Putih ada diatas awang-awang sehubungan dengan kenyataan yang ada di Irak.“

Sekalipun ada yang menentang, undang-undang anggaran akhirnya lolos. Sampai akhir tahun anggaran, kongres setuju mengucurkan sekitar 120 miliar Dollar. Lalu bulan September mendatang, komandan pasukan AS di Irak Jendral Petraeus akan menarik neraca dari operasi militer di sana. Presiden Bush kemudian akan mengumumkan, apakah penambahan pasukan di Irak membawa perbaikan situasi atau tidak.

Para pengamat politik memperkirakan, Bush akan kehilangan dukungan dari partainya sendiri, jika ternyata penambahan pasukan AS tidak mampu meredam aksi kekerasan di Irak.

Iklan