1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
EkonomiJerman

Dari Pembasmi Serangga Menjadi Pelindung Insekta

10 Desember 2025

Pengusaha Jerman, Hans-Dietrich Reckhaus, menghasilkan banyak uang dari produk pembasmi serangga. Namun, ia kini justru mendorong orang untuk tidak menggunakan produknya dan malah menyelamatkan serangga.

https://p.dw.com/p/550lo
 Dr. Hans-Dietrich Reckhaus
Produsen insektisida, Hans-Dietrich Reckhaus, berkomitmen untuk melindungi seranggaFoto: Reckhaus

Siapa yang rela mengorbankan sebagian besar pendapatannya demi seekor lalat? Ketika Reckhaus mengambil alih perusahaan keluarga pembasmi serangga dari ayahnya pada tahun 1995, ia tidak punya perhatian khusus pada lalat atau serangga lainnya.

Seperti ayahnya, ia memproduksi segala macam produk untuk membasmi serangga: Semprotan serangga, bubuk semut, kertas ngengat, dan perangkap lalat.

Titik balik: Lalat dan seni

Kemudian ia menciptakan perangkap lalat baru yang tetap membunuh lalat. Saat hendak mempromosikan perangkap ini melalui proyek seni, ia menghubungi dua seniman konseptual, Frank dan Patrik Riklin. Namun, mereka menolak karena merasa membunuh serangga sudah ketinggalan zaman.

Meski begitu, proyek seni tetap dilakukan, tapi fokusnya adalah menyelamatkan serangga. Desa kecil Deppendorf yang berpenduduk 1.000 orang ikut berpartisipasi. Warga mengumpulkan lalat selama seminggu tanpa membunuhnya, dan seekor lalat bernama "Erika" akhirnya diantar menggunakan limusin, helikopter, dan pesawat ke hotel spa bintang lima untuk "perawatan mewah.”

Proyek seni Fly Erika di Kastil Elmau
Seperti inilah gambaran kesejahteraan seekor lalat rumah, dalam proyek seni oleh seniman konseptual Frank dan Patrik Riklin dan Hans-Dietrich ReckhausFoto: Reckhaus

Peristiwa ini terjadi 13 tahun lalu, tetapi efeknya bertahan hingga sekarang. Proyek itu membuka mata Reckhaus tentang pentingnya serangga bagi alam dan mendorongnya mengubah total misi perusahaan.

Kini, di bagian belakang semua produknya terdapat informasi tentang nilai dan ancaman serangga, serta tips agar manusia menjauhkan serangga dari rumah tanpa membunuhnya. Beberapa produk bahkan menampilkan peringatan besar di depan: "Hati-hati, membunuh serangga yang berharga.”

Reckhaus berharap: "Pelanggan membeli produk, terkejut dengan informasinya, lalu merenungkan hubungannya dengan serangga. Mereka belajar menjaga serangga tetap di luar rumah dan di masa depan mungkin tidak lagi membeli produk ini."

Transformasi mahal, tapi bermakna

Mengubah perusahaan seperti ini tentu bukan keputusan mudah. Reckhaus mengatakan: "Sebelumnya saya fokus menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk tujuan sosial—mendukung yayasan, organisasi sosial, dan sebagainya. Kini saya ingin melakukan hal yang bermakna dan menghasilkan uang dari situ."

Transformasi ini mengorbankan 30% pendapatan dan lebih dari 80% laba dalam 10 tahun terakhir. Namun, penghasilannya saat ini cukup untuk hidup nyaman.

Reckhaus memegang pinset yang menepit seekor lalat
Apakah ini semua hanya greenwashing? Hans-Dietrich Reckhaus membantah tuduhan ini. Perusahaannya terus menjual biosida untuk mengubah pasar dari dalamFoto: DW

Mengubah pasar dari dalam

Reckhaus tidak berhenti hanya dengan menghentikan produksi racun. Ia ingin mengubah pasar pembasmi serangga dari dalam. Kini, perusahaannya memiliki produk yang bisa menangkap serangga hidup-hidup, sambil tetap memproduksi beberapa produk yang membunuh serangga.

Untuk menyeimbangkan dampak ekologis, ia menghitung berapa banyak serangga yang kemungkinan mati akibat produknya, lalu menciptakan area khusus yang menyediakan habitat bagi serangga. Hal ini penting karena penyebab utama kepunahan serangga adalah berkurangnya lahan akibat urbanisasi dan pertanian industri.

Label hormati serangga: Insect-Respect

Reckhaus juga menciptakan label Insect-Respect. Produk bersertifikasi ini harus disertai area ramah serangga. Meskipun pesaingnya kurang tertarik dengan label ini, sejumlah retailer besar di Jerman seperti Aldi, dm, Migros, Rossmann, dan Spar memasang label tersebut pada produk mereka, memperingatkan konsumen, dan membantu mengurangi pasar racun serangga. Pada 2024, 14 juta paket bersertifikat Insect-Respect berhasil dijual di Eropa.

Perusahaan besar lain juga ikut ambil bagian. Misalnya, Ikea menciptakan "surga serangga” di Italia, Serbia, dan Rumania. Lokasi ramah serangga juga termasuk atap kantor KPMG, produsen tas Halfar, dan lahan hijau Ritter Sport.

Karena permintaan besar, Reckhaus mendirikan ‘Insectemy', akademi untuk melatih tukang kebun membuat area ramah serangga dengan tanaman lokal.

Area kompensasi untuk serangga
Area yang ramah serangga bukanlah hamparan bunga dengan tanaman berbunga, melainkan tanaman lokal. Terkadang, area tersebut bahkan bisa terlihat agak "berantakan"Foto: Reckhaus

Dukungan dan penolakan

Transformasi perusahaan ini membawa banyak penghargaan. Reckhaus mendapat dukungan ketika berbicara soal transformasi, tapi ia tetap merasa bukan panutan bagi pengusaha lain. Banyak yang mencoba membuat bisnisnya "klimat netral,” tapi jarang mempertanyakan model bisnisnya sendiri.

Reckhaus juga menghadapi tantangan keluarga; ayahnya yang telah meninggal tidak setuju dengan perubahan ini, skeptis hingga akhir hayatnya.

Sebelum transformasi, bisnisnya sangat sukses, tapi ia tidak bahagia. Kini, melalui upayanya menyelamatkan serangga, Reckhaus menemukan banyak sekutu dan teman baru yang peduli pada alam dan setiap hari memberinya kegembiraan besar.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman

Diadaptasi oleh Ayu Purwaningsih

Editor: Yuniman Farid

 

Lewatkan bagian berikutnya Topik terkait