Dari Kunjungan Steinmeier Di Afghanistan | dunia | DW | 23.08.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Dari Kunjungan Steinmeier Di Afghanistan

Sejak kedatangan menteri luar negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier hari Minggu malam di Afghanistan, pembicaraan berputar pada pertanyaan yang sama: Bagaimana situasi keamanan di sana?

Menlu Steinmeier meresmikan proyek kerjasama radio dan televisi Jerman-Afghanistan

Menlu Steinmeier meresmikan proyek kerjasama radio dan televisi Jerman-Afghanistan

Tema ini menjadi prioritas di Utara Afghanistan, dimana hampir 2700 tentara Jerman ditugaskan. Juga apa yang didengar Steinmeier tentang situasi keamanan membuatnya optimis

Steinmeier: „Kami baru saja mendengar dan itu pertanda yang positif, bahwa setelah meningkatnya insiden antara April sampai Juni, dengan jerih payah bersama sekarang tampaknya bahaya yang meningkat berhasil diatasi. Dan itu adalah isyarat yang menggembirakan.“

Tentu saja bukan situasi yang optimal, tapi kondisi dimana para tentara dapat bertanggung jawab menjalankan tugasnya. Demikian keyakinan Steinmeier. Di kawasan Utara Afghanistan terdapat 7 sampai 10 juta penduduk. Brigadir Jenderal Markus Kneip adalah pimpinan komando regional Utara. Baginya sangat penting melakukan kontak dengan warga setempat.

Kneip: „Juga dengan panser tidak akan tercapai kemenangan, sebagai tentara kami harus menjaga hubungan erat dengan penduduk. Jika kita sampai kalah, kita semuanya kalah. Saya kira, kami berada di jalan yang benar, mempertahankan kerjasama ini.“

Salah satu yang membantu hubungan erat dengan penduduk adalah tentara Jerman keturunan Iran, Hadi Assad. Ia adalah penterjemah dan sudah ke-5 kalinya bertugas di Afghanistan

Hadi Assad: „Banyak yang berubah di sini, terutama jika orang melihat sekolah-sekolah, juga jalan-jalan, banyak terjadi perubahan. Dua tahun lalu di sini tidak ada jalan yang layak. Semuanya semakin membaik. Infra struktur sudah lebih bagus dan orang-orang menjadi lebih terbuka.“

Keberadaan pasukan perdamaian ISAF di Afghanistan dinilai Hadi Assad sebagai hal yang mendesak. Jika tidak, perang antar suku akan kembali berlangsung. Dengan demikian ia berharap parlemen Jerman akan memperpanjang mandat tugas Bundeswehr di Afghanistan.

Assad: „Yang belum berhasil adalah membantu pemerintah Afghanistan agar mereka dapat lebih mandiri. Sehingga pada suatu ketika, jika pasukan asing meninggalkan negara itu, mereka mampu menjalankan pemerintahan sendiri tanpa bantuan pasukan asing.“

Iklan