1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya
EkonomiIndonesia

Dana Desa Rp400,1 T Sudah Disalurkan, Jokowi: Kok Pada Diem?

Detik News
20 Desember 2021

Presiden Joko Widodo menjelaskan penyaluran dana desa sejak tahun 2015 hingga saat ini sudah mencapai lebih dari 400 triliun rupiah. Jokowi mengingatkan agar pengelolaan dana desa tepat sasaran dan tidak sia-sia.

https://p.dw.com/p/44YGI
Presiden RI Joko Widodo
Presiden RI Joko WidodoFoto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara mengenai komitmen pemerintah dalam membangun Indonesia dari pinggiran. Jokowi mengatakan dana desa yang sudah disalurkan sejak 2015 mencapai Rp400,1 triliun.

"Yang kita bangun juga bukan hanya yang gede-gede saja, yang kita bangun juga bukan hanya yang besar-besar saja. Jalan tol misalnya atau pelabuhan-pelabuhan besar, atau airport atau bandara. Bukan itu saja tetapi juga jalan-jalan di kampung, jalan-jalan di desa, embung-embung kecil yang ada di desa dan memperbaiki pasar-pasar rakyat yang ada di desa-desa," kata Jokowi dalam kegiatan peluncuran sertifikat badan hukum dan peresmian pembukaan Rakornas BUM Desa seperti disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (20/12).

"Dan perlu saya ingatkan bahwa penyaluran dana desa sejak tahun 2015, sampai saat ini kita sudah menyalurkan Rp400,1 triliun. Kok pada diem? kaget?" sambung Jokowi yang diikuti tepuk tangan hadirin.

Jokowi lantas membeberkan secara rinci kenaikan penyaluran dana desa per tahunnya. Selain itu, Jokowi juga mengungkap rata-rata APBDesa yang meningkat signifikan.

"Rp400,1 triliun rupiah, dimulai dari 2015, Rp21 triliun, kira-kira Rp20,8 triliun. 2016, Rp46,7 triliun. 2017, Rp59,8 triliun. 2018, Rp59,8 triliun. 2019, Rp69,8 triliun. Dan 2020, Rp71,1 triliun dan terakhir 2021 Rp72 triliun. Totalnya tadi Rp400,1 triliun. Kalau kita lihat APBDesa juga meningkatnya drastis sekali. 2014 itu ini rata-rata Rp329 juta. 2015, sudah naik menjadi Rp701 juta. 2021 Rp1,6 miliar. Hati-hati pengelolaan dana desa yang jumlahnya tidak sedikit, jumlahnya sangat besar sekali," kata Jokowi.

Daftar pembangunan yang sudah dilakukan

Jokowi mengingatkan pengelolaan dana desa itu agar tepat sasaran. Dia tidak ingin dana desa itu menjadi sia-sia.

"Begitu salah sasaran, begitu tata kelolanya tidak baik, bisa lari ke mana-mana. Ini perlu saya ingatkan, tetapi dari data yang saya miliki fisiknya yang sudah terbangun itu juga kelihatan. Jalan desa, misalnya, sudah terbangun 227.000 km jalan desa. Embung yang kecil-kecil, 4.500 unit. irigasi 71.000 unit, jembatan 1,3 juta meter. 1 juta tiga ratus meter jembatan, itu dimeteri bukan jumlahnya meter. Pasar desa ada 10.300 unit. BUMDes, saat ini juga telah mencapai 57.200 unit," ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga membeberkan data mengenai aspek peningkatan kualitas hidup. Sejumlah sarana dibangun pemerintah untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.

"Oh iya untuk kualitas hidup tadi belum saya sebutkan. Untuk peningkatan kualitas hidup juga air bersih juga 1,2 juta Km. Posyandu 38.00 unit, polindes 12.000 unit, drainase 38 juta meter, ini terbangun semuanya. Sumur 59.000 unit, PAUD ada tambahan 56.000 unit PAUD, ada fasilitas olahraga, ada MCK, semuanya dalam rangka peningkatan kualitas hidup masyarakat desa terbangun," beber Jokowi.

Jokowi: Jangan rakyat desa hanya jadi penonton

Presiden Jokowi akan meminta perusahaan swasta dan BUMN untuk melibatkan BUMDesa dalam berbagai kegiatan. Jokowi tak ingin rakyat desa hanya menjadi penonton, sedangkan hasil perkebunan dan tambang diambil keluar.

"Saya nanti akan pesan kepada usaha-usaha swasta, maupun BUMN baik perkebunan, baik pertambangan dan lain-lain yang ada di daerah, yang ada di desa untuk mengikutkan BUMDesa dalam kegiatan-kegiatan mereka," ucapnya.

"Jangan yang di desa hanya jadi penonton, lalu lalang, truk lalu lalang. Hasil-hasil perkebunan yang gede-gede, rakyat hanya menonton, melihat. Melihat tambang diambil, keluar dari daerah, keluar dari desa, rakyat hanya menonton saja, libatkan nanti. Saya akan sampaikan secara tegas, melibatkan BUMDesa, melibatkan BUMDesa, BUMDesa bersama dalam kegiatan-kegiatan mereka," sambung Jokowi.

Jokowi mengatakan kenaikan BUMDesa di Indonesia sangat drastis. Namun, kata Jokowi, kenaikan drastis itu juga harus disertai aktivitas BUMDesa yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Tapi jangan kita terpaku kepada jumlahnya, kualitas aktivitas, kualitas kegiatan yang ada di dalamnya harus betul-betul di lapangan itu bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, oleh rakyat kita. Jangan hanya dapat sertifikat badan hukum, kemudian buat plang, BUMDesa. Desa Sukamakmur misalnya. Hanya itu saja, tapi kegiatan di dalamnya nggak ada, kualitas kegiatan nya tidak jelas. Ini yang ingin kita semuanya bekerja betul-betul memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat kita," ujar Jokowi.

Jokowi juga meminta kehadiran BUMDesa tidak mematikan usaha masyarakat. Justru, kata Jokowi, BUMDesa harus memacu usaha masyarakat agar lebih besar.

"Misalnya ini di desa sudah ada toko kecil-kecil, lima atau sepuluh. BUMDesa malah membuat toko yang lebih gede, yang 10 mati, yang ini hidup baik, ini yang nggak bener. Bukan itu. Saudara-saudara semuanya harus bisa memacu, mentrigger agar yang 10 ini bisa menjadi 20, atau yang 10 ini menjadi dari kecil menjadi menengah atau besar. Tugas-tugas itu yang kita inginkan, bukan mematikan yang sudah ada," ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi meminta BUMDesa harus berorientasi pada pembentukan usaha baru. Sehingga, sambung Jokowi, masyarakat tidak perlu lagi ke kota untuk mencari berbagai kebutuhan.

"Kemudian juga bisa mengkonsolidasikan kekuatan rakyat untuk memudahkan pasokan. Beli pupuk tidak usah sendiri2, bbisa dikonsolidasi oleh BUMDesa. Bisa juga tadi di dalam tayangan video tadi bekerja sama dengan perusahaan perkebunan, untuk mengambil kegiatan misalnya transportasinya," imbuh Jokowi. (Ed: ha/rap)

 

Baca selengkapnya di: Detik News

Jokowi Beberkan Rp 400,1 T Dana Desa Sudah Disalurkan: Kok Pada Diem, Kaget?

Jokowi: Jangan Rakyat Desa Hanya Jadi Penonton, Hasil Tambang Diambil