Daftar Terbaru Tahanan Guantanamo | Fokus | DW | 18.05.2006
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Fokus

Daftar Terbaru Tahanan Guantanamo

Daftar pertama, yang tidak lengkap, sudah diserahkan Pentagon April lalu, berisi 558 nama. Daftar terbaru memuat 759 nama tahanan, mencakup yang selama ini tidak dibuka karena alasan keamanan, dan negara asal para tahanan.

Ketika di Jerman, Bush sampaikan keinginannya untuk menutup Guantanamo

Ketika di Jerman, Bush sampaikan keinginannya untuk menutup Guantanamo

Menurut keterangan Pentagon, sudah 275 orang dibebaskan atau dipindahkan, sejak kamp Guantanamo didirikan pada Januari 2002. Sebanyak 136 orang yang sudah memiliki kejelasan status belum dibebaskan, karena perundingan dengan negara asal mereka sedang berlangsung. Termasuk diantaranya warga Jerman asal Turki, Murat Kurnaz, yang dikenal sebagai Taliban dari Bremen. Namanya tercantum sebagai tahanan nomor 61 dalam daftar terbaru Pentagon.

Masih Belum Memuaskan

Sejumlah pihak menilai daftar itu sebagai langkah maju, sekalipun belum menjawab banyak pertanyaan. Scott Silliman dari Pusat Studi Hukum, Etika dan Kemanan Nasional di Universitas Duke mengatakan:

"Sekarang kita tahu, jumlah terbesar tahanan, yang statusnya diperiksa lewat pengadilan militer, berasal dari Arab Saudi. Berikutnya Afganistan, lalu Yaman, diikuti sekitar 40 sampai 41 negara lain. Daftar itu memberi kita lebih banyak informasi, tapi bukan semua informasi yang ingin dan perlu diketahui, baik oleh orang-orang di Amerika maupun di dunia internasional, tentang apa yang terjadi di Guantanamo."

Masih Banyak Yang Belum Diketahui

Pentagon tak menjelaskan, apakah nama-nama yang termuat dalam daftar itu betul-betul nama orang yang ditawan di Guantanamo. Hanya disebutkan, daftar itu mencakup seluruh tahanan yang berada di bawah pengawasan Pentagon. Maka bisa dispekulasikan, apakah misalnya CIA atau dinas rahasia lain, dulu atau sekarang, menginterogasi dan menahan tawanan lain dari Guantano. Dalam daftar itu juga tak ditemukan nama-nama tahanan terkenal dari Amerika, seperti tersangka anggota Al-Qaedah Ramsi Binalshib atau Sheikh Mohammed yang tempat penahanannya tetap dirahasiakan.

Proses Hukum Dipersulit

Belum lama ini Presiden Bush menerangkan di televisi Jerman, tentang keinginannya menutup kamp tahanan di Guantanamo, tapi, kata Bush lagi, hal itu harus terlebih dulu diputuskan oleh pengadilan. Menurut Scott Silliman, ada kemungkinan, para tahanan yang mengajukan tuntutan atas penahanan mereka ke pengadilan federal di Washington DC, dihalangi proses hukumnya.

Keputusan Mahkamah Agung Ditunggu

Tidak lama lagi Mahkamah Agung akan menjatuhkan keputusan tentang keabsahan pengadilan militer di Guantanamo. Dan tergantung apa keputusan Mahkamah Agung, semua tuntutan para tahanan Guantanamo bisa saja ditolak, atas dasar UU yang diputuskan Konggres AS Desember lalu.

Menurut UU tersebut, pengadilan AS tidak bertanggungjawab terhadap para tahanan Guantanamo. Sebuah konsep hukum yang bertentangan dengan keputusan dasar Mahkamah Agung AS yang dikeluarkan tahun 2004.