Perusahaan Bioteknologi Jerman CureVac Siap Uji Klinis Vaksin Corona Pada Manusia | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 18.06.2020
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages
Iklan

wabah corona

Perusahaan Bioteknologi Jerman CureVac Siap Uji Klinis Vaksin Corona Pada Manusia

Perusahaan bioteknologi Jerman CureVac akan mulai uji coba vaksin virus corona pada manusia. Vaksin diperkirakan paling cepat ada di pasaran pertengahan 2021.

Logo perusahaan farmasi asal Jerman CureVac (picture-alliance/Geisler-Fotopress/S. Kanz)

Perusahaan bioteknologi Jerman, CureVac, siap uji klinis vaksin virus corona pada manusia

Perusahaan bioteknologi CureVac di kota Tübingen menjadi yang kedua di Jerman yang akan memulai uji coba eksperimental vaksin virus corona pada manusia. Badan regulasi pembuat vaksin Jerman Paul Ehrlich Institut (PEI) mengonfirmasi hal itu Rabu (17/06). 

Uji klinis akan melibatkan 168 relawan orang dewasa, sebanyak 144 orang di antaranya akan diberi vaksin dan sisanya menjadi kelompok pembanding. Uji vaksinasi akan dimulai bulan Juni ini.

Sebelumnya, bulan April lalu perusahaan Jerman Biontech yang bermarkas di kota Mainz, sudah mendapat izin pertama uji coba vaksin corona pada manusia dari PEI yang menjadi badan regulasi produksi vaksin di Jerman.

Vaksin dipasarkan pertengahan 2021

CureVac mengharapkan hasil dari fase pertama uji vaksin virus corona sudah bisa diperoleh akhir tahun 2020. Jika hasil uji fase pertama cukup menjanjikan, uji coba dengan skala lebih luas bisa dimulai sekitar bulan September atau Oktober.

PEI menyebutkan, fase pertama uji coba akan berlangsung selama 15 bulan. Jika hasilnya "sangat bagus" CureVac bisa mengajukan permohonan pembuatan vaksin corona awal tahun 2021.

Tonton video 02:19

Proses Pengembangan Vaksin Corona Tidak Bisa Dipercepat

Itu berarti vaksin pertama baru bisa dipasarkan para pertengahan tahun 2021, demikian pernyataan CureVac.

Pemerintah Jerman ambil alih saham

Perusahaan yang bermarkas di kota Tübingen, di selatan Jerman ini, menjadi terkenal ke seluruh dunia karena Presiden AS Donald Trump mengiming-imingi uang jutaan dolar AS, untuk mendapat monopoli vaksin virus corona yang sedang diteliti.

Kementrian Ekonomi Jerman mengambil alih saham CureVac sebanyak 23 persen atau senilai 300 juta euro pada Senin (15/06) lalu. Tujuannya untuk melindungi perusahaan dari potensi intervesi dari luar negeri. Pemerintah Jerman menegaskan bahwa langkah ini tidak akan memengaruhi kebijakan bisnis perusahaan.

Berlomba mencari vaksin corona

Perusahaan Jerman termasuk bagian dari perlombaan global mencari vaksin ampuh untuk virus corona jenis baru SARS-CoV-2. Para ilmuwan dari Imperial College London awal pekan ini mengumumkan, siap menguji klinis potensi vaksin kepada sekitar 300 relawan. Pendanaan uji klinis diperoleh dari pemerintah Inggris dan sumbangan dermawan.

Singapura mengumumkan siap melakukan uji vaksin pada manusia bulan Agustus mendatang. Calon vaksin buatan perusahaan AS Arcturus Therapeutics, yang sudah diuji coba pada tikus di laboratorium, menunjukkan respons positif.

Sementara perusahaan farmasi Swedia, AstraZeneca menyatakan potensi vaksin virus corona buatannya kemungkinan bisa mencegah infeksi Covid-19 hingga setahun.

Saat ini di seluruh dunia ada sekitar 100 potensi vaksin virus corona yang sedang diteliti dan dikembangkan.

as/ae (AFP, dpa, Reuters)